Berita Gempa Sumba

Tiga Bangunan Sekolah di Sumba Timur Retak-retak Akibat Gempa Bumi, Pulau Salura Tenggelam Hoax

Ketiga bangunan sekolah yang mengalami keretakan yakni gedung SDI Poliwali, SMAN 1 Haharu dan gedung SMAN 1 Tandening.

Tiga Bangunan Sekolah di Sumba Timur Retak-retak Akibat Gempa Bumi, Pulau Salura Tenggelam Hoax
pos kupang
Rumah nelayan di Desa Prai Salura, Pulau Salura, Kabupaten Sumba Timur 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Akibat gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sumba Timur, Selasa (2/10/2018), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur mencatat ada tiga bangunan sekolah yang mengalami keretakan.

Ketiga bangunan sekolah yang mengalami keretakan yakni gedung SDI Poliwali, SMAN 1 Haharu dan gedung SMAN 1 Tandening.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur Martina D. Jera menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM usai kegiatan sosialisasi imbauan terhadap gempa dan tsunami oleh tim gabungan yakni BPBD, BMKG, dan Forum PRB bagi warga di Kelurahan Hambala dan Kelurahan Kambajawa, Waingapu, Rabu (3/10/2018).

Sementara untuk jembatan Baing di Kecamatan Wulawaijelu, kata Martina, hanya mengalami keretakan aspal di badan jembatan.

"Jadi ada informasi dan berita bahwa jembatan itu putus, itu informasi tidak benar. Orang yang ambil foto itu juga seolah-olah jembatan itu putus, namun yang terjadi hanya aspal di atas badan jembatan itu yang retak. Kita juga sudah koordinasikan dengan pihak PU dan PPK sudah turun melihat dan kenyataan seperti itu saja, hanya retak aspal," jelas Martina.

Martina juga mengatakan, akibat dari gempa tersebut warga panik dan kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah diberhentikan sementara, namun hari Rabu (3/10/2018) kegiatan belajar-mengajar kembali berlanjut seperti biasa.

Martina juga mengimbau agar warga di wilayah Kabupaten Sumba Timur  tetap waspada. Jika terjadi gempa bumi, segera menghindar dari bibir pantai, bangunan-bangunan dan tebing-tebing.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur, Pura Tanya, kepada POS-KUPANG.COM melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/10/2018), menegaskan terkait informasi bahwa air laut naik di Pulau Salura akibat gempa bumi tersebut, adalah informasi hoax atau tidak benar. (*) 

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved