Berita Gempa Lembata

2 Kali Lembata Diguncang Gempa Bumi , Pada Selasa Dini Hari

Kabupaten Lembata diguncang gempa bumi dua kali pada Selasa (2/10/2018) dini hari.

2 Kali Lembata Diguncang Gempa Bumi , Pada Selasa Dini Hari
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanis Arakian saat memperhatikan alat pencatat gempa yang ada di ruang seismograf Kantor Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok di Waipulang, Kecamatan Ile Ape, Lembata, Selasa (2/10/2018) siang. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Kabupaten Lembata diguncang gempa bumi dua kali pada Selasa (2/10/2018) dini hari. Gempa bumi tersebut pukul terjadi pukul 01.00 Wita dan berikutnya terjadi pada pukul 05.00 dini hari.

"Hari Selasa (2/10/2018) dini hari itu ada dua kali gempa. Pertama pukul 01.00 Wita dan gempa bumi kedua pukul 05.00 dini hari. Pada Senin (1/10/2018) juga terjadi gempa bumi 1 kali pukul 16.00 Wita."

Baca: Kapal Karam Angkut Pakaian Rombengan Bawa Rezeki untuk Warga Nebe

Baca: GMNI Makassar Sediakan Tempat Penampungan Korban Gempa Palu dan Donggala

Baca: BREAKING NEWS :Sakit Kanker Tak Sembuh, Maria Akhirnya Gantung Diri

Baca: Gempa Sumba NTT, Pusatnya di Sumba Timur tapi Getarannya Dirasakan hingga NTB

Baca: Gempa Sumba, Bupati Gidion Mbilijora Keluarkan Surat Peringatan Kepada Warga, Ini Buktinya!

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Gunung Api Stasiun Waipukang, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Stanislaus Arakian, ketika ditemui Pos Kupang.Com di ruang kerjanya, Selasa (2/10/2018) sekitar pukul.10.30 Wita.

Dikatakannya, gempa bumi pada Selasa dini hari itu cukup terasa guncangannya. Sementara gempa bumi yang tidak terasa, juga terjadi banyak kali. Episentrum gempa itu cukup jauh, sehingga tak tercatat pada alat seismograf yang ada di bawah kaki gunung api Ile Lewotolok itu.

Gempa bumi yang mengguncang Waingapu, Kabupaten Sumba Timur pada Selasa (2/10/2018) pagi, lanjut Arakian, juga tercatat pada seismograf yang ada di kantor tersebut. Hanya saja pada kedalaman berapa, lintang berapa, seismograf di Waipukang itu tak mencatatnya.

Menurut dia, gempa bumi di Lembata itu umumnya terjadi karena aktivitas vulkanologi di gunung Ile Lewotolok tersebut. Tapi ada juga gempa tektonik yang memicu naiknya magma sehingga sampai saat ini gunung api tersebut berstatus waspada. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved