Berita Sumba Timur Terkini
Demi Mendapatkan Air Bersih, Warga Desa di Sumba Timur-NTT Rela Berjalan Kaki Sejauh 10 Kilometer
Demi Mendapatkan Air Bersih, Warga Desa di Sumba Timur-NTT Rela Berjalan Kaki Sejauh 10 Kilometer
Penulis: Robert Ropo | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Demi Mendapatkan Air Bersih, Warga Desa di Sumba Timur-NTT Rela Berjalan Kaki Sejauh 10 Kilometer.
Warga masyarakat di Kampung Haurani Desa Praihambuli Kecamatan Ngaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Propinsi NTT semakin menderita air bersih.
Salah seorang warga setempat Nawa Kahala Pangga Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (29/9/2018) mengatakan, untuk memperoleh air bersih warga terpaksa membeli air di mobil tangki air dengan harga Rp 150.000 pertangki.
Baca: Alhamdulillah, Kondisi Pasha Unggu di Palu Baik-Baik Saja Pasca Tsunami Palu dan Gempa Melanda
Baca: Polda Sulsel Kirim Anjing Pelacak Cari Jenazah Korban Gempa
Baca: Cerita Pilot Batik Air yang Takeoff Saat Gempa Palu Sebelum Tower Roboh, Begini Kisahnya
Sementara bagi warga yang tidak memiliki uang terpaksa mencari air yang jauh.
Kata Nawa warga di kampung tersebut biasanya mengambil air di sungai yang ada wilayah desa tetangga yakni desa Kambohapang dengan jarak sekitar 10 kilometer lebih, sebab di wilayah kampung atau desa tersebut tidak ada sumber mata air meskipun ada sungai kecil namun sudah kering akibat kemarau panjang.
Kata dia, warga yang mengambil air di sungai tersebut ada yang memiliki kendaraan roda dua untuk memuat air, namun bagi warga yang tidak memiliki kendaraan roda dua terpaksa bayar jasa ojek untuk mengangkut air, atau hanya bisa berjalan kaki saja.
Baca: BNPB: 48 Orang Meninggal Dunia, Ratusan Orang Terluka akibat Tsunami Palu-Donggala
Baca: Jembatan Kuning Palu Hancur Diterpa Gempa, Rumah Warga di Bawahnya Ludes Terbawa Tsunami Palu
Baca: ASITA NTT Pastikan Persiapan Sambut Tamu IMF Final
"Kita cukup sengsara air bersih ini, apalagi di musim kemarau begini sangat susah. Memang di wilayah kampung in ada sungai-sungai kecil tetapi tidak ada mata air. Sumur juga sangat jauh,"kata Nawa dibenarkan warga setempat lainya. (*)

Baca: SMAN 4 Kupang Juara Lomba Hymne dan Mars Kerukunan, Sekolah Ini Raij Juara 2
Baca: Jet Tempur F-35 Kebanggaan Amerika Itu Akhirnya Jatuh Juga
Baca: Capricorn Dan Taurus Suka Berlama-Lama di Kamar Mandi, Scorpio Takut, Zodiak Lain Gimana?
Kemarau panjang membuat warga kebingungan mencari air.
BPBD Kabupaten Malang sudah mengirim bantuan dua tangki air bersih bervolume masing-masing 5.000 liter ke Jabung pada Selasa (18/9/2018).
Kades Jabung, Anik Sri Hartatik mengatakan desanya memang kerap kekurangan air, terutama saat musim kemarau panjang.
Selain itu, tidak ada sumber air di desa tersebut sehingga warga sering kesulitan mendapat air bersih setiap musim kemarau.
“Ada air bersih, tapi susah. Kami hanya mengandalkan bantuan,” kata Anik kepada SURYAMALANG.COM.
Baca: VIDEO: BK Diklat dan GGD Nagekeo Gelar Simulasi Seleksi CPNS 2018
Baca: KPU NTT Sudah Terima Jadwal Coblosan Ulang di TTS, 20 OIktober 2018
Anik menjelaskan ada tiga dusun yang sering mengalami kekeringan, yaitu Boro, Umpak Nindi, dan Gunung Kunci.
Namun, dusun lain tidak mengalami kekeringan karena masih ada sumber yang mengalir.
Selama ini warga di tiga dusun itu memanfaatkan sumur yang airnya mengecil.
Ketika sudah sangat kekeringan, warga baru minta bantuan ke Pemkab Malang.
“Pemerintah desa selalu mengupayakan untuk mencari bantuan air bersih.”