Berita Kota Kupang

Jalur Bimoku Jadi Tempat Pembuangan Sampah Warga

Jalur Bimoku Jalan Herman Yohanes, Penfui, Kota Kupang menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh warga

Jalur Bimoku Jadi Tempat Pembuangan Sampah Warga
POS KUPANG/GECIO VIANA
Sampah berserakan di Jalan Herman Yohanes, Kupang, Jumat (28/9/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jalur Bimoku Jalan Herman Yohanes, Penfui, Kota Kupang menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh warga, Jumat (28/9/2018) siang.

Pantauan POS-KUPANG.COM, terdapat beberapa titik TPS di sepanjang jalan tersebut dari arah Lasiana sampai di bundaran penghijauan Penfui, Kota Kupang.

Walaupun sudah tertancap plang tanda larangan membuang sampah dibeberapa tempat seperti di dekat pintu masuk Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang sampai di area bukit cinta Penfui, akan tetapi oknum tak bertanggungjawab tetap saja membuang sampah sembarangan.

Nampak beberapa pengendara sepeda motor yang melintasi tempat tersebut menutup hidungnya karena mencium aroma tidak sedap dari tumpukan sampah yang berada di dekat area bukit cinta.

Terlihat sampah plastik, popok bayi bekas, kardus yang merupakan sampah rumah tangga dibiarkan berserakan di tempat itu.

Saat POS-KUPANG.COM mendekati tumpukan sampah yang berada di dekat area bukit cinta itu, terlihat abu sisa pembakaran sampah.

Yuvenki Bria (22), seorang mahasiswa Undana Kupang yang tingga di desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang saat diminta komentarnya mengaku, ia yang sering melintasi jalur tersebut dan kebiasaan warga membuang sampah rumah tangga di tempat tersebut sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama.

"Dari masuk kuliah (2017) saya sudah sering lihat sampah berserakan di pinggir jalan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sampah yang dibiarkan begitu saja mengganggu pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut dan membuat ketidaknyamanan saat berkendara.

Menurutnya, banyak warga yang.membuang sampah di beberapa titik di jalur Bimoku karena ketiadaan TPS untuk menampung sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

"Kalau bisa ada TPS untuk warga karena memang di dekat sini (Penfui Timur) tidak ada tempat sampah dan pemukiman warga mulai padat. Kalau tidak ada, walaupun ada larangan jangan buang sampah sembarang juga tetap saja," harapnya.

Ia juga mengharapkan warga lebih sadar akan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat karena dapat menggangu pengguna jalan dan kebersihan lingkungan. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved