Berita Kota Kupang Terkini

Menuju Good University Governance, SPI Undana Gelar Workshop

Dalam rangka menuju Good University Governance atau pemerintahan universitas yang baik, SPI Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar workshop

Menuju Good University Governance, SPI Undana Gelar Workshop
ISTIMEWA
Rektor Undana Kupang menyerahkan cindramata kepada Dr. Yohanes Indrayono disaksikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Max U E Sanam, M.Sc dan Ketua SPI, Moni W.Muskanan, SE., MPA di lantai III Rektorat Baru Undana, Penfui, Kota Kupang, Rabu (26/9/2018) 

Ia berharap selama tiga hari tersebut, dapat menjadi momen untuk mereview apa yang telah dilakukan, termasuk menyusun RBA tahun 2020.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Max U E Sanam, M.Sc dalam materinya mengungkapkan, perencanaan kegiatan dan anggaran harus berbasis pada RSB.

Undana, lanjutnya, saat ini sedang mengikuti renstra tahun 2015. Namun, seiring dengan BLU, maka disesuaikan dengan RSB. Menurutnya, tak hanya RSB dari universitas, tapi dari fakultas, lembaga, prodi dan unit pun harus memiliki RSB.

Ia mengatakan, saat ini Undana Kupang sedang melakukan finalisasi dan melengkapi persyaratan RSB. Hal itu agar pada tingkat fakutas maupun prodi akan menyesuaikan dengan RSB universitas.

Karena itu, ia meminta agar semua komponen dapat memfinalisasi RSB. Ia juga meminta setiap pimpinan, dosen maupun pegawai agar melengkapi kontrak kinerja dengan baik. Dengan begitu RSB, uraian tugas, RBS bisa berjalan dengan baik.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Prof. Drs .Mangadas Lumban Gaol, M.Si. Ph.D menjelaskan saat ini anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Undana baru terserap sebesar 51 persen.

Ia merinci beberapa fakultas yang anggarannya belum terserap dengan baik. Ia meminta, setiap fakultas dan unit kerja lain agar memperhatikan batasan waktu daya serap anggaran. Karena, tanggal 10 Desember merupakan batas akhir dari keseluruhan daya serap di setiap fakultas maupun unit.

Ia juga melarang beberapa unit yang meminta anggaran direvsisi tambah dan geser. Menututnya, anggaran yang diberikan saja belum terserap dengan baik, tetapi masih saja ada pihak yang menginginkan revisi tambah dan geser.

"Malah ada yang minta revisi geser dan tambah yang lebih besar dari pagu anggaran, itu sangat disayangkan," kesal Guru Besar pertama FST Undana itu.

Sementara Inspektur III, Itjen Kemristekdikti, Dr. Yohanes Idrayono dalam paparannya menjelaskan soal pengelolaan keuangan PTN BLU berbasis kinerja.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved