Berita Kota Kupang Terkini
Lebih dari 3 Jam Jenazah Yanto Blegur Diautopsi, Puluhan Anggota Keluarga Setia Menunggu
Autopsi jenazah Yanto Blegur (25) akhirnya dilaksanakan di Ruang Pemulazaran Jenazah RSUD Prof Johannes Kupang, Selasa (25/9/2018) petang.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Autopsi jenazah Yanto Blegur (25) akhirnya dilaksanakan di Ruang Pemulazaran Jenazah RSUD Prof Johannes Kupang, Selasa (25/9/2018) petang.
Jenazah lelaki yang menjadi korban pembunuhan di pabrik batako di Jalan Lasitarda RT12/RW003 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Senin (24/9/2018) dinihari itu sebelumnya dievakuasi dari lokasi itu ke RS Bhayangkara Drs. Titus Ully pada Senin pagi.
Karena pada saat itu, dokter forensik sedang bertugas keluar wilayah Kupang, maka atas persetujuan keluarga, jenazah korban pembunuhan itu kemudian dibawa lagi ke RSUD Prof Johannes untuk disimpan di Freezer Ruang Pemulasaran Jenazah sambil menunggu dokter forensik.
Baca: Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati
Sejak jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara, puluhan keluarga tetap menunggui di luar ruangan jenazah. Bahkan ketika jenazah sudah berada di Ruang Pemulasaran Jenazah RSUD puluhan anggota keluarga dan kerabat tetap mendampingi.
Jenazah mulai diautopsi oleh tim ahli forensik Biddokes Polda NTT sekira pukul 18.00 Wita dari jadwal yang sebelumnya diinformasikan pada pukul 15.00 Wita.
Baca: Kapolres Belum Tahu Informasi Penangkapan Anggota DPRD Sumba Barat Daya di Jakarta
Pantauan POS-KUPANG.COM saat berlangsungnya proses autopsi oleh dr Putu pada Selasa petang hingga malam, sejumlah keluarga tetap menunggui jenazah Yanto di dalam ruang pemulasaran dan di sekitarnya. Selama proses itu, lebih dari dua puluh anggota keluarga dan kerabat duduk di ruang tunggu jenazah.
Di luar ruangan hingga di tepi jalan, beberapa kerabat juga tampak ramai berbincang-bincang sambil menunggui proses autopsi itu.
Beberapa anggota Satuan Reskrim Polres Kupang Kota yang dipimpin oleh KBO Ipda I Wayan Pasek Sujana SH pun tampak berada di ruang jenazah.
Sekira pukul 20.00 Wita, beberapa pemuda mulai menyiapkan peti jenazah di dalam ruangan. Mereka meletakan peti jenazah di tengah ruang tunggu dan meghiasi serta melapisi peti itu dengan plastik di sisi dalam peti.
Di dalam ruang autopsi, dokter ahli forensik Biddokes Polda NTT NTT itu ditemani Aiptu Pius, dan Frengky Blegur, kakak laki-laki sulung dari Yanto. Proses autopsi yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu tetap ditunggui keluarga.
Sebelumnya diberitakan, Yanto menjadi korban pembunuhan dan ditemukan pada hari Senin (24/9/2018) sekira pukul 06.30 Wita oleh Dedy Magang (30), tergeletak di dalam areal pabrik batako miliknya yang terletak di Jalan Lasitarda RT12/RW003 Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
Kondisi mayat Yanto ditemukan dalam kondisi tanpa baju dengan luka tikam di bebrapa bagian tubuhnya. Bahkan saat itu, di tanah tempat mayadat itu tergeletak, ada darah yang berasal dari luka pada bagian dadanya. (*)