Berita Nagekeo

VIDEO: Siswa SD di Danga Bikin Program Gelisah, Apaan Tuh?

Siswa/i SD di Danga, Kabupaten Nagekeo, NTT serukan Program Gelisah, apaan tuh? Yuk disimak gaesss.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: OMDSMY Novemy Leo

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Siswa/i SD di Danga, Kabupaten Nagekeo, NTT serukan Program Gelisah, apaan tuh? Yuk disimak gaesss.

Sekitar belasan siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Yohanes Paulus Danga di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo ikut dalam kegiatan pembersihan sampah di Pasar Danga.

Kegiatan itu digelar dalam rangka menyonsong World Cleap Up Day 15 September 2018.

Dalam aksi yang berlangsung di Kompleks Pasar Danga, para siswa SDK Yohanes dan tiga orang guru pendamping tampak semangat memungut sampah.

Baca: Sampah Menghiasi Hampir Semua Pesisir Pantai Flores Timur

Baca: VIDEO : Sidang Vonis Marianus Sae di PN Tipikor Surabaya

Dari lorong ke lorong, dari los pasar ke los pasar yang lain mereka pungut sampah itu. Ada aneka jenis sampah yang mereka pungut lalu buang ke tempat yang sudah ditentukan oleh petugas kebersihan.

Disamping pasar sudah disediakan sebuah mobil angkut sampah sehingga mereka ambil sampah dalam pasar lalu dihantar ke mobil yang telah menunggu sampah.

Bermodalkan masker penutup hidung dan mulut mereka terlihat "mengkeroyok" sampah-sampah itu.

Mereka juga terlihat memegang kantong kresek plastik berwarna putih dan sapu lidi ditangan membersihkan sampah.

Tanpa ada rasa jijik terlihat saat itu, tak ragu dan terus bersemangat yang nampak dalam diri mereka.

Saat itu juga mereka terlihat kompak, ada yang bertugas mengumpulkan sampah, ada juga yang bertugas mengangkut sampah diisi dalam kantong kresek lalu dihantar ke mobil angkut sampah yang berjarak tidak terlalu jauh dari dalam pasar.

Baca: Besok, Hari Pembersihan Dunia, Ayo Bersihkan Dunia Dalam Sehari

Suasana panas yang menyengat kulit tak mereka hiraukan. Heboh dan sangat ramai terlihat disana. Sambil memungut sampah mereka juga terlihat masuk didalam gang-gang atau dikios-kios mengecek sampah lalu diangkat.

Semua mereka lakukan tanpa ragu dan jijik. Rupanya mereka sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Pantauan POS KUPANG.COM, Jumat (14/9/2018) di Pasar Danga tampak sudah terlihat bersih.

Selain itu got-got sudah terlihat tak ada sampah yang menumpuk.

* Ajak Masyarakat Nagekeo Ikut "Gelisa"

Dibagian lain, usai memungut sampah anak-anak SDK Yohanes Danga tampak mengkampanyekan agar tidak boleh membuang sampah sembarangan.

Sebab, jika sampah dibuang sampah sembarang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu suasana dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu jika sampah tidak dibersihkan maka bisa menimbulkan banjir dan bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Ajakan yang dilakukan oleh siswa SDK Yohanes Danga yaitu berupa Gerakan Lihat Sampah Angkat (Gelisa).

"Gelisa" merupakan moto yang tagline yang diutarakan oleh siswa itu usai membersihkan sampah di dalam Pasar Danga.

Baca: Konser BTS di Oracle Arena, Mata Jimin Bengkak dan Merah, Apakah Terpukul?

Mereka tampak bersosialisasi dengan menyanyikan lagu itu dalam bentuk yel-yel.

"Gelisa" merupakan upaya untuk menyadarkan masyarakat Nagekeo agar ketika melihat sampah, langsung diangkat. Sehingga lingkungan tetap asri dan bersih serta tidak mengganggu keindahan lingkungan.

"Gelisa" meski ditanam sejak dini dan terus dikampanyekan. Agar masyarakat sadar dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Siswa SDK Yohanes Danga, Maria Anjelina Temi (10) mengaku senang terlibat dalam aksi memungut sampah di Pasar Danga.

Maria mengajak masyarakat Nagekeo agar tidak membuang sampah sembarang.

"Kami anak-anak sekolah sangat peduli dengan kebersihan lingkungan. Mari kita wujudkan Gelisa yaitu, Gerakan Lihat Sampah Angkat, kalau ada lihat sampah langsung dibuang pada tempat yang disediakan," ajak Maria.

Siswa lainnya, Celsi Teguh (10) mengaku senang dalam aksi itu. Ia mengaku dirumah orangtua sudah mengajarkan agar tertib menjaga kebersihan lingkungan.

Baca: Segera Menikah Jika Ada 5 Tanda Dalam Hubunganmu Dengan Si Dia

Ua mengungkapkan jangan membuang sampah disembarang tempat. Cintailah lingkungan dan tidak boleh mencemari lingkungan.

"Disekolah kami diajarkan agar kalau ada sampah dibersihkan dan dibuang ditempat yang sudah disediakan," ujar Celsi.

Siswa lainnya, Elpin Ja (9) mengaku sampah yang menumpuk disembarang tempat dapat menimbulkan berbagai penyakit. Sehingga kepada para pedagang dan penjual serta masyarakat Nagekeo, Elpin mengajak agar sampah yang ada jangan dibiarkan begitu saja diseputaran dimana tempat tinggal.

Sampah harus ditempatkan ditempat yang sudah ditentukan.

Sebagai manusia tentu sangat membutuhkan lingkungan yang asri serta tidak tercemar oleh berbagai sampah.

"Saya ajak kita semua untuk tidak boleh membuang sampah digot-got dan dijalan raya. Harus ada budaya malu jika membuang sampah disembarang tempat," papar Elpin.

Sementara Guru SDK Yohanes Dang, Angela Ngode, mengatakan, kegiatan dalam rangka World Clean Up Day merupakan wujudkan rasa kepedulian semua orang akan kebersihan lingkungan.

Semua orang memiliki tanggungjawab moril dalam memilihara kebersihan lingkungan sekitar. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga kebersihan lingkungan.

Baca: Waow, Teeners! PDKT Ternyata Lebih Indah Ketimbang Sudah Pacaran

"Kami mendapat undangan sehingga kami ikut dalam aksi ini. Kami diminta dengan siswa membersihkan pasar Danga.

Kami disekolah anak-anak dan guru itu biasa melaksanakan kerja bakti bersama. Ajakan kami adalah agar sampah-sampah tidak boleh buang sampah disembarang tempat," ujar Angela.

Angela juga mengaku ketika suasana pasar bersih, pasti orang datang berkunjung dan belanja barang disini. Namun jika tidak maka orang akan menghindar. Diharapkan agar semua tertib diri dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.

"Kita kan datang belanja. Seharusnya mereka yang menjaga agar kebersihan lingkungan tetap terjaga. Bukan kita, tapi ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap lingkungan," ujar Angela.

Ia mengaku kedepan anak-anak harus diajak untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. Anak-anak harus diajarkan sejak dini sehingga mereka paham dan tidak membuang sampah disembarang tempat. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved