Berita Pendidikan

Delapan Peneliti Stikes CHMK Paparkan Hasil Penelitian di Kantor Pos Kupang

Diskusi hasil riset dosen Stikes CHMK tahun akademik 2017/2018, di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Kamis (23/8/2018.

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Apolonia Matilde
Wilibrodus Kau Suni
Para dosen peneliti Stikes CHMK 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Delapan peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Citra Husada Mandiri Kupang (CHMK) memaparkan hasil penelitian atau diseminasi (public expose) hasil penelitian mencakup ibu dan anak, kependudukan, dan lansia.

Diskusi hasil riset dosen Stikes CHMK tahun akademik 2017/2018, di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Kamis (23/8/2018) itu dipimpin Ketua Stikes CHMK, drg. Jefrey Jap, M.Kes.

Hadir pada kesempatan itu mantan Direktur Poltekes Negeri Kupang, Dr. Sabina Gero sebagai pembahas dan Pemimpin Redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Dion DB Putra.

Baca: Warga Gurusina Gelar Ritual Adat See Zee

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 24 Agustus 2018, Leo Jangan Kerja Terus, Aquarius Dapat Kejutan.

Hadir pula peserta dari instansi terkait antara lain, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, BKKBN Provinsi NTT, BPJS Kesehatan Perwakilan NTT, dan dari Puskesmas.
Topik yang menjadi bahan penelitian delapan peneliti tersebut, yakni "Kemampuan dan Kemauan Membayar Peserta BPJS Terhadap Biaya Tambahan Perawatan Medis di Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Kupang" oleh Dr. Frans Salesman, SE, MKes.

"Ekspolrasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Ibu dalam Pemanfaatan Antenatal Care di Puskesmas Oepoi" oleh Maria Lupita Nena Meo, S.Kep, Ns, M.Kep, "Perilaku Ibu Menjadi Akseptor KB di Klinik Pratama Citra Husada Mandiri Kupang" oleh Arman Rifat Lette, "Pengaruh Faktor Ibu dan Budaya Tetap Kerja Berat Saat Hamil Terhadap Kejadian BBLR di Kota Kupang" oleh Aysanti Yuliana Paulus, S.KM, M.Kes (Epid).

"Studi Fenomenologi Pengalaman Psikososial Ibu yang Berkunjung ke Klinik Pratama Citra Husada Mandiri Kupang Selama Menggunakan KB" oleh B Antonelda Marled Wawo, S.Kep, Ners, M.Kep, SP.Kep J, "Efektivitas Penyuluhan Audio Visual dalam Meningkatkan Pengetahuan Lansia Tentang Gejala Awal Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Alak, Kota Kupang" oleh NS Sakti Oktaria Batubara, S.Kep,

Baca: Raffi Ahmad Kuatir Punya Anak Perempuan, Alasannya Dapat Tanggapan Heboh Dari Netizen

Baca: Ketakutan Tiap Zodiak, Capricorn Takut Gagal, Aries Takut Diperintah, Zodiak Lainnya?

"Efektivitas Posisi dan Senam Ergonomik Tingkat Kenyamanan Nyeri Punggung Bawah Pekerja Mebel CV. UD Bildatan" oleh Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep, "Gambaran Kolaborasi Tenaga Kesehatan dalam ANC Terpadu di Puskesmas Oepoi Kupang" oleh Vincen Balawa Making, S.KM, M.Kes.

Jefry dalam sambutanya, mengatakan dari riset yang dilakukan para tenaga pengajarnya bermanfaat untuk percepatan pembangunan. Dengan kajian dan diseminasi hasil penelitian makin menghilirisasi riset menjadi lebih bermanfaat.

Jefry menyimpulkan, pertama, biaya tambahan untuk peserta BPJS yang tidak ditanggung BPJS ternyata jauh lebih besar dengan biaya tetap ke BPJS.

Jefry berharap, kondisi seperti ini harus terus disuarakan agar masyarakat sadar. Kedua, kalau kolaborasi berjalan baik pelayanan bagus. Ketiga, KB memberikan efek samping secara psikologis kepada akseptor bahkan menimbulkan depresi sehingga menghambat orang untuk ber-KB.

Baca: Dana Bos Tidak Diperkenakan Membayar Honor Guru Berijazah SMU

Baca: Kesombongan Seseorang Berdasarkan Zodiak, Kamu Di Urutan Berapa?

Salah satu peneliti, Maria Lupita Nena Meo, S.Kep, Ms, M.Kep, menemukan beberapa hal yang menyebabkan kunjungan K4 ibu hamil di Puskesmas Oepoi rendah. Penyebabnya kebiasaan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan.
Rata-rata, katanya, ibu hamil baru memeriksa kesehatan pada tenaga kesehatan apabila kehamilan berusia 5 dan 7 bulan bahkan pada saat mau melahirkan.

Lupita yang menggunakan kajian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, mengatakan, pada tahun 2010 mencapai 536 per 100.000 kelahiran hidup, bila dibandingkan dengan angka kematian ibu nasional di tahun 2010 adalah 259 per 100.000 (Dinkes Propinsi NTT, 2014).

Data AKI Kota Kupang pada tahun 2016 sebesar 48/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 30/1000 kelahiran hidup (Dinkes Kota Kupang, 2016).

Lupita menjelaskan, secara operasional pelayanan ANC disebut lengkap atau K4 apabila memenuhi frekuensi standar, yakni minimal 1 kali pada usia kehamilan 3 bulan pertama (TM I), minimal 1 kali pada usia kehamilan triwulan ke-2 (TM II) dan minimal 2 kali pada triwulan ke-3 (TM III).

Baca: Kapolri Serahkan Dana Bantuan Rp 19 Miliar untuk Polda NTB

Baca: Tiga Zodiak Ini Paling Jahat, Kejam Dan Menakutkan, Kamu Termasuk?

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved