Opini Pos Kupang

Libur Sehari di Ulang Tahun Ibu Pertiwi

Dari Miangas sampai Rote. Dari yang paling suci sampai yang paling banyak dosanya. Dari presiden sampai rakyat jelata

Editor: Dion DB Putra
net
Bendera Merah Putih 

Oleh Theodorus Widodo
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT

POS-KUPANG.COM - Libur 17 Agustus kali ini lagi-lagi cuma sehari. Padahal ini hari jadi bangsa. Hari lahirnya semua orang Indonesia. Tanpa kecuali.

Tidak peduli Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, agama-agama suku atau Atheis sekalipun. Tidak peduli orang Aceh, Jawa, orang Timor, Sumba, Rote, Flores, Papua atau siapa saja. Pokoknya semua warga negara Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke.

Dari Miangas sampai Rote. Dari yang paling suci sampai yang paling banyak dosanya. Dari presiden sampai rakyat jelata di pelosok negeri. Semuanya ulang tahun.

Dengan libur yang cuma sehari ini bisa bikin apa? Paling paling tidur. Begitu kata sohib saya Pace di Papua. Dia kesal. Kok bisa? Iya. Kesal karena Pace iri dengan temannya dari negeri seberang di China sana.

Baca: Ramalan Zodiak Besok, Sabtu 18 Agustus 2018, Leo Berkumpul dengan Teman dan Keluarga, Zodiak Lain?

Bukan soal kemakmuran, tapi soal semangat kebangsaan. Bayangkan saja. Kata Pace. Temannya yang orang China ini bilang, tradisi libur hari kebangsaan 1 Oktober di China mesti minimal satu minggu. Biasanya ada ektsra pula.

Kalau di sini hadiah ekstranya cuti bersama untuk Lebaran dan Natal, di China ekstra cuti bersama untuk perayaan hari kebangsaan. Contoh 2017 yang lalu. Liburnya dari 1-8 Oktober. Delapan hari. Bukan tujuh.

Kata teman Pace ini lagi, libur nasional di China ini tidak main-main. Disebut golden week atau pekan emas. Tentu sebutan ini ada maksud. Agar rakyat merayakan pesta emas. Mirip ulang tahun emas atau perayaan besar 50 tahun. Tapi pesta emas yang satu ini lamanya seminggu penuh. Bayangkan.

Rakyat bikin apa selama seminggu itu? Pesta. Tabur bunga. Upacara besar di Tiananmen dan di semua kota yang ada alun-alunnya. Bikin berbagai festival termasuk pertunjukan kembang api dan konser. Tempat tempat umum ditutup.

Didekor dengan tema meriah. Jadi ajang festival. Pajang potret besar para pemimpin semisal Mao Zedong, Deng Xiaoping, Sun Yat Sen dan lain lain. Pamer kekuatan angkatan bersenjata. Pokoknya bikin semua warga senang dan bangga.

Karena itu nasehat si teman dari negeri tirai bambu ini. Setengah mengolok-olok tentunya. Pace jangan coba-coba plesiran ke China seputar hari nasional atau hari kebangsaan itu. Orang China semuanya sedang menikmati pesta. Libur panjang.

Baca: Cakepnya Para Member BTS Tampil Beda di Konsep Love Yourself: Answer, ARMY Bersiap 7 Hari Lagi!

Barangkali juga banyak yang pulang kampung. Persis di sini. Libur panjang lebaran dan akhir tahun. Hotel juga umumnya full-booked. Diisi kelompok berduit yang sekarang sudah semakin banyak dan suka berwisata ria.

Menurut temannya, hari nasional ini disebut juga hari kemerdekaan. Astaga. Merdeka dari siapa Pace? Setahu saya hanya sebagian kecil Tiongkok saja yang pernah dijajah. Secara keseluruhan tidak.

Makanya China tergolong salah satu negara di dunia yang tidak pernah dijajah. Yang lainnya misalnya Jepang, Korea, Thailand, Liberia, Iran dan Arab Saudi.

Wilayah yang pernah dijajah juga terbatas. Hanya Hongkong oleh Inggris, Macau oleh Portugal dan Manchuria oleh Jepang. Atau setelah perang candu melawan
bangsa-bangsa barat dulu. Paling paling ditambah keharusan buka pelabuhan tertentu dan hak istimewa negara asing menguasai tanah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved