Opini Pos Kupang
Euforia Sepakbola dan Pilkada
Apa hubungan antara sepakbola dan pilkada? Nilai dan semangatnya kurang lebih sama yang bisa kita petik sebagai pembelajaran.
Oleh: Gabriel Ola
Peminat Masalah Sosial Politik, tinggal di Maumere
POS-KUPANG.COM -- Penggemar sepakbola sejagat masih dalam euforia kejuaraan sepakbola Piala Dunia 2018. Masyarakat Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur pun sedang bereuforia menuju penghujung pesta demokrasi pilkada.
Apa hubungan antara sepakbola dan pilkada? Nilai dan semangatnya kurang lebih sama yang bisa kita petik sebagai pembelajaran. Pertama, sportivitas, artinya setiap pemain, kesebelasan, calon kepala daerah mesti menjujung tinggi sportivitas dalam permainan dan atau proses pilkada.
Para pemain mesti mengikuti kaidah permainan bola begitupun calon kepala daerah dituntut mengikuti proses pilkada sesuai regulasi yang berlaku sejak tahap awal hingga akhir.
Dalam pertandingan apapun mesti ada yang kalah dan menang. Karena itu setiap pemain dan pendukung mesti menerima kemenangan dan kekalahan. Yang kalah mesti secara sportif mengakui keunggulan lawan.
Baca: Pilkada Serentak di NTT, Paslon di Lima Kabupaten Layangkan Gugatan ke MK
Dalam pilkada tentu ada kepala daerah yang kalah dan calon kepala daerah yang menang. Bagi yang kalah mesti menjunjung tinggi sportivitas dengan mengakui kemenangan calon kepala daerah yang lain. Selanjutnya yang menang diharapkan mampu tampil simpatik dan merangkul yang kalah.
Kedua, kerja sama. Soliditas tim sepakbola dari berbagai lini adalah sebuah keharusan. Kerja sama, kekompakan dalam tim sepakbola merupakan kebutuhan utama dalam upaya meraih kemenangan.
Kemenangan yang diraih sebuah tim sepakbola tidak diukur dari nama besar pemain tersebut, namun hasil kerja sama tim. Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018 bukan karena hasil kerja satu pemain saja tetapi hasil kerja tim. Mereka belajar dari keunggulan tim lawan dan titik lemah lawan untuk memperkaya mereka dalam daya juang meraih sukses.
Karena itu lawan adalah rivalitas yang memperkaya gaya dan taktik bermain. Setiap pemain dan pelatih lebih membuka diri dalam memperbaiki titik lemah dari tim. Dengan demikian akan melahirkan tim yang utuh untuk meraih kesuksesan.
Dalam pilkada perlu kerja sama tim sukses untuk membangun strategi pemenangan. Tanpa kerja sama, mustahil meraih kemenangan. Kemenangan pilkada bagi calon kepala daerah adalah sarana menuju kemenangan yang lebih besar yakni melaksanakan visi dan misi yang disampaikan saat kampanye demi mewujudkan kesejahteraan rakyat. Inilah kemenangan sesungguhnya.
Baca: Pilkada Berjalan Damai! Kontak Ucapkan Terima Kasih Warga SBD
Berkaitan dengan visi dan misi maka calon kepala daerah yang menang sebaiknya membangun komunikasi politik dengan calon kepala daerah yang kalah agar tercipta kolaborasi harmonis dalam merumuskan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Program calon kepala daerah yang kalah sebaiknya menjadi bahan berharga bagi kepala daerah yang menang untuk memperkaya program kerjanya. Kita beda dalam proses berdemokrasi namun satu dalam membangun untuk kesejahteraan rakyat.
Penulis mengikuti pesta demokrasi pilkada Provinsi NTT 10 tahun yang lalu. Kala itu calon Gubernur Drs. Gaspar Parang Ehok kalah.
Pilkada dimenangkan oleh Drs. Frans Lebu Raya. Gubernur yang terpilih saat itu Frans Lebu Raya mengunjungi Drs. Gaspar Ehok meminta pandangannya agar bersama-sama membangun NTT.
Inilah contoh yang baik demi membangun daerah kita tercinta. Kita saling memperkaya dalam perbedaan. Saling melengkapi kekurangan.