Berita Sumba Timur
Rambu Ciko Arshop Aksi Demo Proses Pembuatan Kain Tenun Ikat Sumba
Pemilik Rambu Ciko Arshop, Rambu Ciko, di Kalu Kelurahan Prailiu Kabupaten Sumba Timur memiliki cara meyakinkan pembeli bahwa kain tenun ikat
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Repoter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU------Pemilik Rambu Ciko Arshop, Rambu Ciko yang beralamt di Kalu Kelurahan Prailiu Kabupaten Sumba Timur memiliki cara untuk meyakinkan kepada pembeli bawa kain tenun ikat Sumba yang dijualnya itu benar-benar harganya mahal.
Hal itu dilakukan Rambu Ciko bersama keluarganya untuk melakukan Demo proses dari mulai memintal benang, pembuatan motif, pewarnaan, proses tenun hingga jadi kain.
Hal itu disampaikan Rambu Ciko kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (13/7/2018).
Rambu Ciko mengaku jual di tempat jualnya di Rambu Ciko Arshop lebih untung ketimbang jual di pameran festival kain tenun ikat tersebut, sebab di jual di rumahnya, jika ada pembeli mereka juga lansung demo memperagakan proses dari mulai memintal benang, pembuatan motif, pewarnaan, proses tenun hingga jadi kain tersebut untuk meyakinkan pembeli,
Kata dia, motif dari kain tenun ikat hasil karyanya bersama keluarga bukan sembarang, namun memiliki makna dari leluhur atau nenek moyang orang Sumba.
"Kita ambil motif tidak sembarang, kita ambil motif mempunyai makna dari nenek moyang, misalnya bagamana penguburan orang Sumba, proses perang dimana pada zaman dahulu nenek moyang kalau menang perang membawa pulang kepala musuh, begitu juga kepalanya digantung dimana dan lain sebagainya itu yang digambar motif kain tenun ikat Sumba"kata Rambu Ciko.
Rambu Ciko mengatakan dari makna motif tenun ikat, proses pembuatan bahan sangat alami dan ketajaman pewarnaan, serta proses pembuatanya membutuhkan waktu yang lama sehingga ada kain tenun yang dijual hingga mencapai 25 juta.
"Jadi harga kain tenun yang kita jual ini berfariasi paling tinggi 25 juta, karena motifnya, tingkat ketajaman warna kain bagus dan pewarna dari bahan alami. Pewarnanya daun nila warna biru, merah akar mengkudu, penyerap warna dari kemiri. Selain itu proses tenun juga paling cepat 6 bulan dan paling lambat 1 tahun,"jelas Rambu Ciko. (*)