Breaking News:

Catatan Sepakbola

Malam Bertabur Bintang di Kazan

Dari delapan partai 16 besar yang sudah tersaji, tiga di antaranya harus berakhir dengan drama adu penalti. Selain Kolombia vs Inggris

Penulis: dion_db_putra | Editor: Putra
Neymar dan Paulinho merayakan gol Brasil ke gawang Meksiko pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Samara, 2 Juli 2018. 

Sebagai pemain Tite tidaklah istimewa. Dia gantung sepatu pada usia 27 tahun karena cedera lutut berkepanjangan. Sejak terjun sebagai pelatih tahun 1990, dia telah menangani 16 klub. Pengalaman lebih dari cukup hingga pimpinan Federasi Sepakbola Brasilia memberinya kepercayaan mengasuh Neymar dkk.

Pertandingan babak 16 besar paling dramatis dipersembahkan satu-satunya wakil Asia, tim Samurai Biru Jepang. Belgia sempat kehabisan ide di babak pertama yang berakhir 0-0. Bahkan mulai sempoyongan ketika tertinggal 0-2.

Jepang mengesankan. Memancing decak kagum. Sayang seribu sayang, pasukan Nippon tidak konsisten hingga menyerah 2-3 pada lawan dan gagal meraih tempat delapan besar. Acungan jemput patut untuk Romelu Lukaku dkk. Dalam tempo 25 menit Belgia mencetak tiga gol sekaligus membalikkan keadaan. Hanya tim bermental baja yang dapat mengejar ketinggalan semacam itu.

Banyak yang bilang laga Swiss versus Swedia paling membosankan di babak 16 besar. Kemenangan Swedia 1-0 lebih karena faktor keberuntungan. Sekadar mengingatkan Swedia itu tim pembunuh berdarah dingin. Italia dan Belanda gagal ke Rusia 2018 antara lain gara-gara dinginnya Swedia mematikan lawan.

Maka Inggris mesti berhati-hati. Salah buka langkah bisa keluar dari gelanggang lebih lekas. Kedua tim akan bertemu di Stadion Samara Arena, Sabtu (7/7/2018) malam. Pelatih Inggris, Gareth Southgate mengakui Swedia merupakan lawan yang berat.

Timnas Inggris punya rekor buruk melawan Swedia. Dari 15 pertemuan, Inggris hanya dua kali menang. Bayangkan tuan dan puan. Itulah sebabnya Southgate sangat menghormati Swedia. "Kami tidak punya rekor bagus melawan mereka. Mereka (Swedia) punya sejumlah pemain bagus dan memiliki cara bermain yang jelas. Sangat susah bermain melawan mereka," katanya seperti dilansir Sky Sports.

***

World Cup Rusia 2018 kini menyisakan tujuh pertandingan lagi sampai 15 Juli. Laga yang akan menguras emosi setidaknya mulai tersaji Jumat malam 6 Juli 2018 ketika babak perempafinal mulai bergulir.

Prancis versus Uruguay, Brasil melawan Belgia, Rusia meladeni Kroasia dan Swedia berjumpa Inggris. Partai paling banyak menyedot penonton sejagat bakal tersaji di Kazan Arena, Jumat malam 6 Juli 2018 atau Sabtu (7/7/2018) dini hari Wita.

Juara dunia lima kali Brasil akan melawan tim bertabur bintang asal Eropa, Belgia. Lagi-lagi sejumlah pengamat bola melukiskan duel ini sebagai final kepagian. Mengingat daftar pemainnya, Belgia memang mendapat catatan spesial.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved