Hari Pertama PPDB, SMANSA Lewoleba Terima 372 Siswa

Hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB), Senin (2/7/2018), SMA Negeri I (SMANSA) Lewoleba mendaftar 372 siswa.

Hari Pertama PPDB, SMANSA Lewoleba Terima 372 Siswa
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana hari pertama pendaftaran siswa baru di SMA Negeri 1 Lewoleba, Senin (2/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB), Senin (2/7/2018), SMA Negeri I (SMANSA) Lewoleba mendaftar 372 siswa. Tahun ini SMANSA menerima 432 siswa baru untuk 12 rombongan belajar di sekolah itu.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri I Lewoleba, Bachtiar Aziz ketika dihubungi POS- KUPANG.COM melalui telepon selulernya pukul 19.00 Wita.

Baca: Tenaga Kesehatan TNI Pos Silawan Rawat Balita yang Menderita Luka Bakar

"Tahun ajaran baru ini kami terima 12 rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing rombel 36 orang. Itu berarti kami menerima 432 peserta didik baru. Dan, Ini merupakan jumlah maksimal siswa baru yang diterima tahun ini. Kami tidak bisa menerima lebih dari itu," ujar Bachtiar.

Dikatakannya, baru-baru ini, saat pengumuman kelulusan UN (ujian nasional) siswa yang menamatkan pendidikannya di sekolah itu sebanyak 12 rombongan belajar. Olehnya, pada musim penerimaan peserta didik baru tahun ajaran ini, jumlah siswa yang diterima, harus sesuai dengan jumlah rombongan belajar yang ditinggalkan.

Karena itu, lanjut dia, manajemen sekolah itu memutuskan untuk membatasi penerimaan siswa baru tahun ajaran 2018/2019, sebanyak 432 orang. Jumlah siswa tersebut nantinya dibagi dalam 12 rombongan belajar sesuai jumlah ruang kelas yang tersedia di sekolah tersebut.

Bachtiar juga menyebutkan, siswa yang diterima di sekolah itu disesuaikan dengan zonasi. Untuk itulah setelah pendaftaran tersebut akan dilakukan lagi seleksi administrasi sesuai zonasi tempat tinggal para siswa. Seleksi zona itu menjadi acuan bagi sekolah dalam menentukan diterima atau tidaknya siswa di sekolah itu.

"Jadi kalau ada calon siswa yang tinggal di Kedang tapi mendaftar di SMANSA Lewoleba, maka yang bersangkutan tidak diterima di sekolah itu. Karena di Kedang ada SMA Negeri," unar Bachtiar memberi contoh. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved