Kamis, 11 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (4)

Isu ini masuk begitu cair ke dalam banyak program spesial antara lain, kelas pendidikan seni Asia selatan, residensi

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
FOTO DICKY SENDA
Eid Community Festival di salah satu taman Kota Bradford Inggris 

Lalu bagaimana ide itu bisa jalan? Pemerintah kota punya aset dan akses untuk itu, potensi wisata sejarah dan budaya kota ada, sekolah-sekolah bisa menjadi partner untuk berbagai kegiatan kreatif bersama setelah pelajaran sekolah dan dilakukan di atas bus.

Itu yang kami pikirkan sementara. Prosesnya masih panjang. Kami akan mampir ke Ediburgh, lalu ke Sunderland dan seterusnya. Lihat saja apa yang akan terjadi, karena tentu saja bertemu dengan banyak pelaku kewirausahaan sosial di setiap kota, mendiskusikannya dengan banyak pihak akan menambah hal-hal baru ke dalamnya.

***

Di Bradford saya menemukan tipikal birokrat yang menurut saya cool. Kami bertemu beberapa petinggi komisi yang menangani isu orang muda dan anak, para aktivis muda yang bekerja dalam isu kesehatan mental. Mengapa?

Sambat Lu'at
Sambat Lu'at (FOTO DICKY SENDA)

Mereka meruntuhkan persepsi saya selama ini tentang pejabat, ketua komisi ini dan itu yang seringnya kelihatan `bossy', tapi sebenanya tidak banyak bikin apa-apa.

Tampilan mereka sederhana, banyak bicara pengalaman dan data dan terlihat sangat menguasai bidang yang mereka pimpin. Kesehatan mental dan wellbeing menjadi pokok pembicaraan kami sore itu.

Mengapa kasus itu tinggi? Ternyata karena ada persoalan ekonomi yang menyebabkan gangguan secara fisik dan mental. Ketimpangan ekonomi juga mengakibatkan terbatasnya akses dan kesempatan untuk mendapat pendidikan yang baik.

Saya begitu senang melihat pemerintah begitu menaruh perhatian pada isu kesejahteraan mental dan wellbeing. Apa itu wellbeing?

Wellbeing adalah kondisi psikologis ketika seseorang memiliki kemampuan menerima diri sendiri maupun kehidupannya di masa lalu dan yakin bahwa hidupnya bermakna dan memiliki tujuan. Ia memiliki kualitas hubungan yang positif dengan orang lain dan punya kapasitas untuk mengatur kehidupan dan lingkungan secara efektif.

Bagaimana dengan wellbeing-mu? Ungkapan Jude Kelly, "selesaikan dulu dirimu sebelum menolong orang lain," terus saja mengusik benak saya. Kesejahteraan bukan saja fisik namun mental.

Kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah membuat banyak orang muda terjebak dalam persoalan ini.

Orang muda Bradford cukup beruntung punya pemerintah yang solid dan pekerja keras, mendukung dan mendorong banyak komunitas seperti Kala Sangam untuk bekerja bersama menciptakan lingkungan yang sehat bagi semua orang. Bagaimana dengan kita?

Saya ingat, angka bunuh diri di Kupang masih sangat tinggi. Siapa yang mau peduli. Pemerintah? Seniman lokal? Komunitas? Menolong orang-orang gila saja tidak cukup.

Perlu juga mendorong terciptanya banyak peluang, ruang dan kesempatan kepada orang muda untuk berkembang. Saya percaya, kesenian dan komunitas bisa menjadi salah satu alat untuk mendorong terciptanya harapan itu.

Di Bradford pemerintah mendukung banyak komunitas kewirausahaan sosial yang bekejera di isu kesehatan dan kesejahteraan mental.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved