Melki Kolibaran Sebut Keunggulan Benih Lokal Terhadap Lingkungan

Direktur Yayasan Penelitian dan Pengembangan Sosial (YPPS), Melki Kolibaran sebut keunggulan dari benih lokal terhadap lingkungan.

Melki Kolibaran Sebut Keunggulan Benih Lokal Terhadap Lingkungan
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Asisten III Setda Flotim Mikhael Bulet Ruron melaunching media kampanye penyelamatan pangan lokal di Aula Gelekat Nara Larantuka Jumat (29/6/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Felix Janggu

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Direktur Yayasan Penelitian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Larantuka, Melki Kolibaran sebut keunggulan dari benih lokal terhadap lingkungan.

Melki Kolibaran menyebut Sorgum salah satu benih lokal unggulan Flotim yang tahan terharap cuaca panas.

Tanaman ini dinilai Melki sangat tahan beradaptasi dengan cuaca panas dan produktivitasnya sangat bagus.

Baca: Petani Oneharau Sumba Timur Galau Gara-Gara Hama Ini

Baca: Benarkah Gunung Agung di Bali Itu Mistis? Ini Kisah Nyatanya

Baca: Dari Kera Putih dan Makanan Genap, 7 Misteri dan Mitos Gunung Agung di Bali

"Selain Sorgum ada jenis padi lokal, jagung, dan kacang-kacangan yang tahan beradaptasi dengan lahan kering Flotim," kata Melki di sela Seminar tentang Adaptasi Terbadap Kekeringan untuk Penyelamatan Tanaman Rakyat di Aula Gelekat Nara Jumat (29/6/2018).

Iya menjelaskan sebagian benih lokal itu terancam punah. Padahal ketahanan mereka beradaptasi dengan iklim kering sangat bagus.

"Misalnya Jewawut, padi dan jagung lokal. Tahan kekeringan," kata Melki.

Baca: Model Marisa Papen Bikin Foto Telanjang di Tembok Ratapan Yerusalem, Begini Reaksi Dunia

Baca: Empat Orang Tewas Mengenaskan Ditembaki Pria Telanjang di Nashville Amerika Serikat

Baca: 3 Zodiak Ini Ga Suka Berpelukan Pasca Berhubungan Intim, Siapa Saja Mereka?

Tapi sayangnya kata Melki, benih lokal itu terancam punah, padahal mereka lebih bertahan beradaptasi dengan cuaca panas

Ia menjelaskan kita hanya bisa beradaptasi dengan alam kekeringan. Tidak bisa mengurangi apalagi mencegahnya.

Karena itu harapnya seminar itu membangunkan kesadaran stakeholders terkait melestarikan benih lokal. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved