Pilgub NTT

Pasien Rumah Sakit dan Puskesmas di Labuan Bajo Ada yang Tidak Bisa Coblos

Selain karena mereka berasal dari luar Mabar dan tidak mengantongi surat pindah memilih

Pasien Rumah Sakit dan Puskesmas di Labuan Bajo Ada yang Tidak Bisa Coblos
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Suasana di puskesmas labuan bajo, Rabu (27/6/2018) pagi. 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO| Sejumlah pasien yang sedang dirawat di dua rumah sakit dan satu Puskesmas di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ada yang tidak bisa ikut mencoblos dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT hari ini, Rabu (27/6/2018).

Selain karena mereka berasal dari luar Mabar dan tidak mengantongi surat pindah memilih, ada juga yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pihak KPU Mabar tetap memberikan pelayanan memilih bagi para pasien yang memenuhi syarat untuk memilih.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit dan Puskesmas sejak dua hari lalu. Di RSUD Marombok ada 3 orang yang bisa memilih, di Rumah Sakit Siloam ada 15 orang yang bisa memilih dan di Puskesmas Labuan Bajo juga ada," kata Ketua KPU Mabar Hironimus Suhardi dan Anggota KPU yang menangani Divisi Tekhnis, Kosmas Hermeti.

Keduanya ditemui di Kantor KPU Mabar, Rabu pagi.

Kosmas menjelaskan, dari data yang diperolehnya di Rumah Sakit Siloam, jumlah pasien usia pemilih yang sedang dirawat sebanyak 32 orang.

Dari jumlah itu, hanya 15 orang yang memenuhi syarat untuk memilih, sisanya tidak bisa karena persoalan NIK dan ada yang tidak terdata.

Pantauan POS--KUPANG.COM di Puskesmas Labuan Bajo pagi itu, ada 4 orang pasien usia pemilih dari jumlah total 5 orang pasien yang dirawat.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved