Breaking News

Catatan Sepakbola

Inggris dan Keberhasilan Marketing Premier League

Pemain bintang muda yang selalu lahir setiap tahun, walau beberapa klub top hanya memainkan satu dua pemain asli Inggris

Editor: Dion DB Putra
IST
Harry Kane dan Jordan Henderson merayakan gol Inggris ke gawang Panama pada pertandingan Grup G Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod, 24 Juni 2018. 

Ulasan Dewa Putu Sahadewa
Masgibol Flobamora

POS-KUPANG.COM - Selalu menyenangkan untuk memfavoritkan Inggris dalam ajang resmi FIFA baik Piala Eropa maupun Piala Dunia.

Mereka selalu hadir dengan nama-nama yang sangat kita kenal. Ini karena keberhasilan marketing Premier League, setiap akhir pekan rakyat bola Indonesia disuguhi siaran langsung gratis, kompetisi yang berjalan ketat dan seru.

Pemain bintang muda yang selalu lahir setiap tahun, walau beberapa klub top hanya memainkan satu dua pemain asli Inggris, tapi liga Inggris jadi jaminan pembinaan pemain berjalan terus.

Harry Kane dalam usia 24 sudah terlihat matang baik sebagai kapten maupun
bomber tajam. Hattrick pertama Piala Dunia 2018 tercipta dua dari sepakan penalti dan satu gol keberuntungan dari tumitnya.

Sampai partai kedua Harry Kane bercokol sebagai top skorer sementara melewati Cristiano Ronaldo yang mengikuti jejak Messi gagal eksekusi penalti.

Pemain sepakbola Inggris, Harry Kane, mencetak gol kedua mereka dari titik penalti melawan Panama, Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Rusia, (24/6/2018).
Pemain  Inggris, Harry Kane, mencetak gol kedua mereka dari titik penalti melawan Panama, Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Rusia, (24/6/2018). ((REUTERS/ Matthew Childs))

Sangat berbeda saat Piala Eropa dua tahun lalu sebagai striker andalan sangat minim kontribusi. Tanpa gol sampai Inggris tersingkir di babak 16 besar kalah 1-2 dari Islandia.

"Sebagai striker, ini adalah kompetisi yang ingin Anda menangi. Saya mungkin akan berbohong jika saya berkata tidak!" ucap penyerang yang membawa Spurs melangkah lumayan jauh di Liga Champion Eropa.

Baca: Brasil dan Neymar Terlahir Kembali

Tekadnya bulat bukan hanya untuk merebut golden boot tapi tentu untuk mengangkat trofi paling agung sedunia.

Tapi keyakinan dan tekad sang kapten sedikit berbeda dengan Manajer Gareth Southgate. Pelatih asli Inggris ini mencemaskan penampilan timnya di awal dan terutama di akhir laga.

Kebobolan dengan "membiarkan" tendangan bebas Panama disikat menjadi gol adalah sinyal tanda bahaya. Panama pun mencatatkan sejarah gol perdana di Piala Dunia. Tak heran walau kalah 1-6 supporter mereka tetap menari-nari, melonjak-lonjak dan bernyanyi bersama, tepatnya berteriak bersama.

Gelandang tim nasional Belgia, Eden Hazard
Gelandang tim nasional Belgia, Eden Hazard (AFP)

Nasib petualangan anak muda Tiga Singa masih bergantung pada partai terakhir grup menghadapi Belgia. Walau sudah sama-sama pasti lolos posisi juara grup memungkinkan mendapatkan lawan yang lebih ringan di fase knock out.

"Kami ingin menjaga momentum dengan terus meraih kemenangan sembari memberi menit bermain bagi beberapa pemain yang memerlukan jam terbang," ujar manajer Inggris yang baru berusia 47 tahun dengan caps nasional saat menjadi pemain 57, yang akan sah menjadi the England's Special one jika Gareth Southgate menjadi pelatih kedua Inggris yang membawa Piala Dunia ke Britania Raya setelah tahun 1966.

Namun, Belgia datang dengan skuad mengerikan.Dua bintang utama mereka juga adalah bintang utama di Premier League, Romero Lukaku dan Eden Hazard.

Lukaku bagai monster di area penalti lawan, Hazard adalah king kobra yang mampu meliuk-liuk melewati hadangan lawan, mengobrak-abrik benteng pertahanan dan sesekali mematuk, melesakkan gol.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved