Tradisi Unik Suku Fore Makan Otak Manusia, Ternyata ini Tujuannya

Suku Fore melakukannya sebagai ritual pemakaman, setelah dua hari meninggalnya keluarga.

Editor: Fredrikus Royanto Bau
ISTIMEWA
ilustrasi suku fore 

POS-KUPANG.COM - Suku Fore di Papua Nugini jadi sorotan karena tradisinya memakan daging manusia atau kanibalisme.

Tradisi suku Fore, memakan daging dari keluarga yang telah meninggal dunia.

Suku Fore melakukannya sebagai ritual pemakaman, setelah dua hari meninggalnya keluarga.

Keluarga pria makan daging dan wanita memakan otak.

Baca: DISIARKAN TRANS TV & TRANS7, Anda Bisa Nonton Live Streaming Piala Dunia di Smartphone

poskupangonline
instagram.com/poskupangonline

Dilansir wikipedia, kanibalisme yang dilakukan suku Fore adalah bagian dari kepercayaan yang mereka yakini.

Suku Fore percaya bahwa tanah tempat mereka tinggal atau bagina hidup dan menciptakan kehidupan di dunia.

Bagina yang menciptakan leluhur atau disebut amani dan melahirkan suku Fore.

Baca: Inilah Sosok Maulwi Saelan, Ajudan Bung Karno Sekaligus Kiper Timnas Indonesia!

Suku Fore meyakini ada lima jiwa, auma, ama, aona, yesegi, dan kwela.

Ketika seseorang meninggal, suku Fore melakukan ritual untuk memastikan bahwa setiap jiwa mencapai tujuan yang tepat.

Setelah kematian, auma atau aspek-aspek baik dari seseorang akan melakukan perjalanan ke kwelanandamundi, tanah orang mati.

Untuk membantu auma mencapai kwelanandamundi, anggota keluarga akan meninggalkan makanan dengan jenazah.

Dua hingga tiga hari setelah kematian, jenazah bisa dimakamkan atau dimasak dan dimakan.

Jika dimakan, jiwa keluarga yang meninggal dipercaya memberkahi daging dan otak yang dimakan keturunannya.

Jiwa Aona adalah kemampuan khusus yang akan diturunkan kepada keturunan yang disukai oleh keluarga yang meninggal dunia.

Baca: Sama-sama Pakai White Lace Dress, Begini Penampilan Menawan Kedua Menantu Lady Diana

Istimewa
Suku Fore di Papua Nugini

Sementara jiwa yesegi, atau kekuatan leluhur akan diteruskan kepada semua anak.

Ritual pemakaman dengan memakan jenazah ini sebagai pemurnian, dipercaya tidak mencemari mereka yang memakannya.

Melalui ritual itu, suku Fore memastikan bahwa hal positif keluarga yang meninggal dunia akan tetap ada di dalam suku.

Baca: Posisi Mantan Ketua Golkar IA Medah Dipertanyakan, ini Sosok yang Didukung

poskupangonline
instagram.com/poskupangonline

Sementara jiwa auma, ama, dan kwela mencapai tanah orang mati, kwelanandamundi.

Dilansir tribunnews, kebiasaan suku Fore di Papua Nugini yang gemar memakan otak manusia ternyata bak pisau bermata dua.

Melansir Kompas.com pada Rabu (19/6/2018), menurut investigasi, dengan memakan otak maka suku Fore rentan terserang penyakit sapi gila.

Namun disamping itu, mereka juga menjadi kebal terhadap beberapa penyakit lainnya.

Penyakit sapi gila pertama kali dikenal setelah seorang petugas medis distrik Nugini memperhatikan beberapa orang dari suku Fore terserang penyakit mematikan.

Para korban akan kehilangan kemampuan berjalan, menelan dan mengunyah.

Pada gilirannya, ini menyebabkan penurunan berat badan dan kematian.

Baca: Jadwal Piala Dunia 2018, Malam ini Argentina vs Kroasia, Perancis vs Peru Live Trans TV

Baca: Halal Bihalal Keluarga Besar BPS Provinsi NTT Bersama Anak Panti Asuhan Attin Namosain

Pada puncaknya, penyakit ini menyebabkan kematian sekitar 2 persen dari suku per tahun.

Suku Fore melakukan ritual pemakaman di mana para pria memakan daging sementara para wanita memakan otak mereka.

Namun mereka tidak tahu betapa bahaya itu, karena molekul mematikan hidup di otak manusia yang menyebabkan kematian jika dimakan.

Ritual makan otak manusia dilarang di Papua Nugini pada 1950-an, penyakit itu pun kemudian mulai menghilang.

Namun, para ilmuwan kini telah temukan kebiasaan makan otak menghasilkan perkembangan resistensi genetik terhadap penyakit.

Epidemi penyakit yang memilih perubahan genetik tunggal justru akan memberi perlindungan lengkap terhadap demensia.

Baca: Kekecewaan Pemain Timnas Maroko Ungkap Fakta di Balik Kemenangan Portugal

Collinge menambahkan bahwa timnya kini melakukan penyelidikan lebih lanjut karena penemuan kebiasaan suku Fore dapat membantu para ilmuwan untuk mengobati berbagai macam penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. (banjarmasinpost.co.id)

Artikel ini telah tayang di Banjarmasinpost.co.id dengan judul, Tradisi Suku Fore Makan Otak Manusia, Ternyata Supaya Leluhur Memberkahi Mereka

poskupangonline
instagram.com/poskupangonline
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved