Pendeta Mery Kolimon Ingatkan Pemilih Jangan Pilih Pembantu Satu Suku
Menjadi pemimpin jangan lupa terhadap masyarakat, dan pemimpin jangan memilih karena satu suku.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menjadi pemimpin jangan lupa terhadap masyarakat, dan pemimpin jangan memilih karena satu suku. Pemimpin jangan pilih pembantu hanya dari satu suku saja.
Mery Kolimon menyampaikan hal ini pada acara diskusi publik dengan tema quo Vadis NTT- Bedah Visi dan Misi Cagub dan Cawagub NTT di Aula Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Selasa (12/6/2018).
Baca: Ketua PMKRI Kupang Sebut Pihak Rektorat Undana Sembunyikan Masalah Akreditasi Prodi Fisika
Acara ini diselenggarakan oleh Sinode GMIT bekerja sama dengan UKAW, dengan moderator, Ir. Rodialek Pollo, M.Si.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim, Tokoh GMIT, Dr. Andreas Yewangoe, para tokoh pemuda GMIT, Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli dan para undangan lainnya.
"Karena itu, kita minta supaya jangan lupa masyarakat. Jadi pemimpin jangan pilih pembantu yang semuanya satu suku dan hanya bisa menyenangkan pemimpin," kata Mery.
Dia meminta agar pemimpin harus berani
memanfaatkan putra -putri terbaik NTT untuk mendukung pembangunan di NTT.
Lebih lanjut dikatakan, perlu ada kesinambungan antara ingatan masa lalu, dinamika hari ini dan harapan NTT ke depan.
"Kita belajar dari catatan, rendah hati untuk belajar dari masalah lalu. Setiap pemimpin di NTT dan kita semua yang mau agar kehidupan kita berarti perlu rendah hati dan belajar sejarah masa lalu. Barangkali kita harus sepakat bahwa tugas utama dari seorang pemimpin daerah,membaca secara cermat dokumen-dokumen pembangunan masa lalu," jelasnya.
Dengan itu, maka bisa menetapkan dan menentukan program masa kini yang relevan dan berkesinambungan," kata Mery. (*)