Piala Dunia 2018
Inilah Empat Tim Finalis Berbahasa Arab yang Patut Diperhitungkan di Piala Dunia 2018
Dengan demikian, Maroko dan Tunisia bergabung dengan Arab Saudi dan Mesir yang telah memastikan lolos terlebih dahulu
Arab Saudi juga dijadwalkan bakal bertarung melawan tuan rumah Rusia dalam pembukaan Piala Dunia 2018, tepatnya pada tanggal 14 Juni mendatang di St Petersburg.
Baca juga: Jelang Piala Dunia, fans sepak bola rawan jadi korban "phishing"
Tim berjuluk Green Falcons ini akan tiba di Rusia sekitar enam hari sebelum pembukaan, di mana saat itu masih masuk kepada bulan Ramadhan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, bila pemain Saudi tetap berpuasa selama berlatih sebelum pembukaan, maka mereka akan menjalaninya selama lebih dari 18 jam karena saat ini di Eropa sedang musim panas.
Pelatih Arab Saudi, Juan Antonio Pizzi, mengatakan dirinya akan menghargai apa pun keputusan pemain, apakah mereka mau memutuskan untuk berpuasa atau tidak.
Juan Pizzi, yang berkebangsaan Argentina, ditunjuk menjadi pelatih kepala timnas Saudi sejak 28 November 2017.
Pizzi sendiri sebelumnya memiliki pengalaman sebagai pelatih timnas Chile pada periode 2016-2017, dan salah satu prestasinya adalah membawa Chile memenangkan Copa America Centenario dengan mengalahkan Argentina dalam adu pinalti di final.
Sedangkan pemain bintang Saudi salah satunya adalah Mohammad Al Sahlawi, yaitu striker dari tim Al-Nassr yang telah mencetak sebanyak 16 gol bagi Arab Saudi dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018.
Mohamed Salah
Bila Arab Saudi memiliki Al Sahlawi, maka Mesir memiliki sesosok bintang yang dapat disebut lebih tersohor dan fenomenal pada saat ini, yaitu penyerang sayap Liverpool, Mohamed Salah.
Bersama Liverpool, Salah berhasil menjadi pemain andalan dan pencetak skor terbanyak dari tim The Reds, dan berhasil meraih beragam penghargaan seperti Premier League Player of the Season 2017-18, serta membawa Liverpool ke ajang final Piala Champions.
Meski di final tersebut, Salah sempat didera cidera akibat benturan dengan bek Real Madrid, Tab Ramos, Salah tetap menyatakan optimismenya bahwa cederanya bisa sembuh dan diharapkan dirinya bisa ikut bertanding dengan The Pharaoh (julukan timnas Mesir) di Piala Dunia.
Di tingkat internasional, Salah juga telah kenyang pengalaman dengan mewakili tim yunior Mesir seperti di Piala Afrika U-20, Piala Dunia U-20, dan Olimpiade 2012.
Salah bersama-sama dengan rekan satu timnya berlatih di sejumlah tempat, salah satunya adalah di Zurich, Swiss.
Menurut manajer timnas Mesir, Ehab Leheta, pihak manajemen puas dengan tempat latihan di Zurich yang bermanfaat untuk melatih taktik dan merekatkan sinergi internal antarpemain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/piala_20180312_204337.jpg)