Jumat, 10 April 2026

Piala Dunia 2018

Inilah Empat Tim Finalis Berbahasa Arab yang Patut Diperhitungkan di Piala Dunia 2018

Dengan demikian, Maroko dan Tunisia bergabung dengan Arab Saudi dan Mesir yang telah memastikan lolos terlebih dahulu

Editor: Dion DB Putra
ISTIMEWA
Piala Dunia 2018 Rusia 

POS-KUPANG.COM - Tanggal 11 November 2017 barangkali merupakan salah satu tanggal yang bersejarah dalam dunia persepakbolaan kawasan negara-negara Arab, karena pada tanggal itu pula negara Maroko dan Tunisia memastikan diri lolos ke Piala Dunia.

Maroko lolos dengan mengalahkan Pantai Gading dengan skor 2-0 di kandang lawan, sedangkan Tunisia berhasil menahan imbang tanpa gol Libya di Stade Olympique de Rades, sekitar 10 kilometer sebelah tenggara kota Tunis.

Dengan demikian, Maroko dan Tunisia bergabung dengan Arab Saudi dan Mesir yang telah memastikan lolos terlebih dahulu sebelumnya.

Peristiwa ini dapat dinilai historis karena berarti untuk pertama kalinya, Piala Dunia 2018 bakal diikuti oleh empat negara dari kawasan berbahasa Arab.

Empat tahun sebelumnya di Brasil, hanya Aljazair sebagai wakil dari negara kawasan Arab yang lolos, dan itu pun nasibnya hanya sampai babak 16 besar sebelum dikalahkan Jerman yang akan menjadi peraih Piala Dunia ketika itu.

Sedangkan dalam catatan Piala Dunia, partisipasi negara-negara berbahasa Arab yang tertinggi adalah di Piala Dunia 1986 dan 1998, yang masing-masing diikuti oleh tiga tim kawasan Arab.

Dalam Piala Dunia 1986, tim dari negara-negara Arab adalah Aljazair, Irak, dan Maroko; sedangkan dalam Piala Dunia 1998 adalah Arab Saudi, Maroko, dan Tunisia.

Bahasa Arab adalah bahasa yang terbentang luas yang penyebarannya dimulai sejak abad ke-7 dari jazirah Arab. Bahasa Arab saat ini dituturkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Irak dan Suriah serta di kawasan Afrika Utara seperti Aljazair, Maroko, Mesir dan Tunisia.

Negara-negara dari kawasan tersebut yang paling banyak malang- melintang di Piala Dunia adalah Arab Saudi, Maroko, dan Tunisia, dengan masing-masing telah mengikuti hingga lima kali dari penyelenggaraan Piala Dunia selama ini.

Satu negara lainnya yang lolos ke Piala Dunia 2018, Mesir, telah lolos babak kualifikasi hingga sebanyak tiga kali Piala Dunia, hanya di bawah Aljazair yang sudah mengikuti empat kali Piala Dunia.

Persiapan

Negara-negara berbahasa Arab mayoritas menganut agama Islam, sehingga menarik juga untuk dilihat bagaimana persiapan mereka menghadapi Piala Dunia yang bakal digelar setelah bulan suci Ramadhan.

Menurut laman berita berbahasa Inggris dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yaitu thenational.ae, ketua asosiasi sepakbola Arab Saudi (SAFF) Adel Ezzat bahwa para pemain diberikan dispensasi untuk menunda puasa mereka, tetapi sejumlah sumber dalam media tersebut menyebutkan bahwa anggota tim Saudi tetap menjalankan puasa semampu mereka.

Sebelum datangnya Ramadhan, para pemain Arab Saudi dilaporkan menjalani pelatihan berintensitas tinggi selama tiga pekan di Spanyol Selatan.

Sedangkan selama tiga hari pertama bulan puasa, mereka diberikan waktu bersama keluarga sebelum diterbangkan ke Zurich, Swiss, untuk persiapan pelatihan final sebelum ke Rusia.

Sumber:
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved