Pesparani Persaudaraan

Umat Tuhan bersuka, bergembira dalam pesta: Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik. Dari sisi utara

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/WILI SUNI
Peserta dari Kabupaten Malaka saat karnaval Pesparani dari Kantor Gubernur NTT menuju GOR Flobamora Kupang, Kamis (24/5/2018). 

"Pesparani NTT telah usai. Keakraban tercipta. Relasi terjalin. Persaudaraan semakin dirasakan. Kekuatan berpadu. Comunio terbentuk. Harmoni memanggil semua terus melagu dalam aneka suara, berbeda tetapi satu. Tri Tunggal Maha Kudus pengikatnya.

Kegembiraan dan sukacita mengalir. Semua kembali dengan satu tekad untuk terus bernyanyi. Mewartakan Tuhan tujuannya. Qui Bene Cantat bis Orat. Tuhan memberkati."

***

SEBUAH pesta seni apapun, juga Pesparani, bukanlah sekadar sebuah momentum ajang pameran ketrampilan, atau pamer kemeriahan dan kemewahan lighting yang menjadi ciri khas festival era digital. Sesungguhnya hasil sebuah karya seni mampu mencapai lebih dari itu.

Dalam kosa kata Gereja Katolik ada istilah via pulchritudinis, yang berarti jalan keindahan. Jalan keindahan adalah salah satu unsur yang amat penting dalam pewartaan sukacita Injil dan menggarisbawahi betapa pentingnya berbagai macam seni, termasuk seni suara dalam rangka pewartaan sukacita Injil itu.

YM UskupTurang, dalam homili Misa Pembukaan menegaskan, "budaya seni lagu-lagu gerejani pasti akan membangkitkan dorongan untuk menggairahkan kegembiraan dalam meningkatkan kemampuan melantunkan lagu-lagu rohani yang berfaedah bagi pertumbuhan hidup iman yang melampaui kepentingan material sesaat.

Memang kesenian, khususnya seni suara, memiliki daya tarik dan daya pikat yang luar biasa, karena keindahaannya menyampaikan keresahan hati dan pikiran dalam kebhinekaan. Perpaduan bentuk dan nada suara mudah-mudahan mengingatkan kita akan jalinan kasih yang diteladankan oleh Yesus Kristus.

Kemampuan berkata-kata ("efata" lidah yang kelu) tersatukan dengan kemampuan mendengarkan ("efata" telinga yang tuli), sehingga keterpaduan menampilkan keindahan serta kemerduan suara yang membuahkan keharmonisan yang memberitakan keagungan Tuhan dalam dunia kita. Inilah kepenuhan yang mengagumkan dan menggairahkan perjalanan hidup kita bersama.

Maka hanyalah keharuan yang terjadi, jika hati manusia tersentuh oleh keindahan nada-nada ilahi. Siapakah yang tak terharu mendengarkan lagu Salve Regine?

Lebih dari pada wejangan dan himbauan mendoakan keselamatan bangsa dan negara yang berpanjang-panjang, lagu ini memberikan jaminan bahwa bila kekelaman malam turun atas dunia, karena manusia berbalik dari Cahaya Dunia, maka hendaklah kita mengarahkan perhatian kepada Maria dan menanti hingga terbitnya Sang Surya.

***

PERNAKAH bermimpi tentang Pesparani? Didunia yang sedih dan tak sempurna ini, sebuah pesta kadang harus berlangsung dengan akhir yang tak selamanya menyenangkan semua peserta. Demikian juga dengan PESPARANI Katolik Perdana NTT.

Sang Juara Umum, dan para duta NTT bersukacita. Karena tim yang lain tidak menjadi champions? Karena menjadi duta NTT?

Jika yang dirayakan sebatas itu maka tak ada yang dapat kita banggakan selain kepongahan. Karena kebahagiaan yang dihayati sebagai satu sanctuary adalah kebahagiaan yang mandul. In the end, you can't trust anything but goats and silence.

Karena hal paling utama dalam perlombaan paduan suara yang musti dirayakan, seperti dikatakan YM Uskup Turang, adalah partisipasi aktif, yang menjadi bagian utuh dari kemeriahan perhelatan Pesparani ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved