Kadis Edison: Pengumuman Kelulusan, Siswa Diminta Gunakan Pakaian Adat

Selain aksi coret mencoret, Edison juga menghimbau para siswa untuk tidak melakukan aksi pawai menggunakan kendaraan.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Kadis Edison: Pengumuman Kelulusan, Siswa Diminta Gunakan Pakaian Adat
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE -– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Edison Sipa menghimbau‎ menghimbau kepada para kepala sekolah agar dalam melakukan pengumuman kelulusan pada Senin (28/5/2018), para siswa diminta untuk menggunakan pakaian tradisional.

Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan semangat cinta budaya kepada anak-anak, sekaligus untuk mencegah aksi coret -menyoret pakaian seragam.

" Kebiasan coret mencoret sebagai ekspresi kelulusan harus dihilangkan. Oleh sebab itu, saat pengumuman kelulusan di sekolah masing-masing sekolah kita himbau agar para siswa menggunakan pakaian tradisional. Hal ini harus menjadi tradisi setiap kali pengumuman kelulusan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Kita berharap dengan memakai pakaian tradisional bisa mencegah aksi coret-coretan" himbau Edison.

Selain aksi coret mencoret, Edison juga menghimbau para siswa untuk tidak melakukan aksi pawai menggunakan kendaraan.

Pasalnya, para siswa SMP belum diperkenan mengendarai sepeda motor karena belum berusia 17 tahun. Selain itu, aksi pawai kendaraan bisa mengancam keselamatan para siswa dan pengguna kendaraan lainnya.

" Saya tidak ingin ada aksi pawai kendaraan bermotor sebagai ekspresi kelulusan. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan para siswa. Lebih baik dengar habis syukuri dengan berdoa bersama bapa, mama di rumah," ujarnya.

Kepala Sekolah SMPK Sint Vianney Soe, Romo Johannes A. Tnomel yang dikonfirmasi pos kupang terkait himbauan menggunakan pakaian tradisional saat pengumuman mengaku mendukung hal tersebut.

Ia mengatakan, sudah memberikan pengumuman kepada para siswa agar saat pengumuman kelulusan menggunakan pakaian tradisional dan tidak diperkenankan untuk melakukan pawai kendaraan.

" Kita pengumuman kelulusan pukul 11.30 Wita di aula sekolah. Kita sudah membuat pengumuman untuk wajib menggunakan pakaian tradisional. Kita juga menghimbau para siswa-siswi kita untuk tidak melakukan pawai kendaraan usai pengumuman kelulusan," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SMP Kristen Harapan Soe, Gedion Fanggidae. Ia mengatakan, saat pengumuman kelulusan para siswa diwajibkan menggunakan pakaian tradisional.

Ia berharap, hal tersebut bisa mencegah aksi coret-mencoret yang selama ini dilakukan para siswa untuk mengekspresikan kebahagiannya.

" Kita wajibkan siswa kita untuk gunakan pakaian tradisional saat pengumuman kelulusan. Jika tidak menggunakan pakaian tradisional, amplob kelulusannya tidak kita bagikan," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved