Salut! Pria Asal Bajawa Ini Paparkan Materi PHBS Terintegrasi di Fak-Fak Papua

narasumber yang hadir pada saat ini adalah orang yang menemukan gagasan PHBS terintegrasi.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
ISTIMEWA
Linus Timoteus Dopo sedang membawakan materi PHBS terintegrasi di kabupaten Fak-Fak Papua. Area lampiran 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG. COM | BAJAWA -- Analis Promosi Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Linus Timoteus Dopo, MH. Kes, mendapat kepercayaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fak-fak Provinsi Papua.

Linus Dopo dipercayakan sebagai narasumber dalam kegiatan workshop Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terintegrasi dan Penggunaan Dana Desa Bidang Kesehatan.

Magister Hukum Kesehatan yang juga adalah analis promkes Ngada ini, mengatakan, sejak tanggal 21-24 mei 2018, dirinya berada di Kabupaten Fak-fak sebagai narasumber dalam kegiatan workshop PHBS terintegrasi di Dinkes dan Puskesmas sekabupaten Fak Fak Provinsi Papua.

Pria yang akrab disapa Linus ini mengatakan, workshop PHBS terintegrasi ini dibuka oleh kepala dinas kesehatan Fak Fak Gondo Suprapto,S.KM.

Dalam sambutan Kepala dinas kesehatan Fak Fak menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Ngada provinsi NTT yang sudah mengutus penemu gagasan PHBS terintegrasi bapak Linus Timoteus Dopo.

"Bapak Kadis Dinkes Fak Fak menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Ngada dan Provinsi NTT yang sudah memperkenakan saya sebagai narasumber dalam kegiatan PHBS terintegrasi," tutur Linus Dopo, sebagaimana siaran pers yang diterima Pos Kupang, Sabtu (26/5/2018).

Linus mengaku kepala dinas kesehatan kabupaten Fak Fak Gondo Suprapto, S.KM meminta kepada peserta untuk bisa mengikuti kegiatan workshop itu secara lebih serius selama tiga hari mulai dari awal hingga akhir.

Selain itu Kadinkes Fak-Fak meminta kepada peserta agar jika ada hal-hal yang belum dipahami atau belum tahu silakan untuk meminta penjelasan dari bapak Linus Dopo sebagai narasumber. Karena narasumber yang hadir pada saat ini adalah orang yang menemukan gagasan PHBS terintegrasi.

"Kita di Fak-Fak mesti berbangga karena yang hadir sebagai narasumber pada kesempatan ini adalah orang yang menemukan ide PHBS terintegrasi" ujar Linus meniru ungkapan kadis Fak Fak Gondo Suprapto.

Linus menjelaskan materi-materi yang disampaikan selama 3 (tiga) hari yaitu, hari pertama:konsep teori, teknik wawancara, teknik pengisian format, aplikasi, dan materi penggunaan dana desa bidang kesehatan. Hari kedua, praktik pengkajian PHBS terintegrasi di masyarakat, dan sampai mengentri data-data. Dan hari ketiga praktik musyawarah kesehatan desa (MKD).

Linus mengaku dihari terakhir dari kegiatan tersebut, dirinya menyerahkan cinderamata dari kabupaten Ngada berupa tas yang dibuat dari anyaman khas Bajawa (Lega) dan bubuk kopi Arabika Bajawa.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved