Setelah Dosen USU, Kini Giliran Satpam Bank Sumut Diciduk Gara-gara Status Facebook Soal Teroris

Amar bekerja sebagai anggota satuan pengamanan (satpam) di Bank Sumut Serbalawan.

Setelah Dosen USU, Kini Giliran Satpam Bank Sumut Diciduk Gara-gara Status Facebook Soal Teroris
ISTIMEWA
ilustrasi 

Hasil introgasi, pelaku mengaku mengunggah statusnya pada Kamis (17/5/2018) malam melalui ponselnya.

Saat ini polisi masih memeriksa pelaku untuk mengetahui motif penyebaran ujaran yang diduga mengandung kebencian tersebut.

Untuk sementara, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 14 Ayat (1) atau (2) UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Polres Simalungun masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat kemungkinan motif lain dari unggahan pelaku," pungkas Tatan.

Dosen USU

Sebelumnya, Gara-gara memasang status di Facebook bahwa teror bom di Surabaya, Jawa Timur, merupakan skenario, Himma Dewiyana Lubis alias Himma (46) warga Jalan Melinjo II kompleks Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, ditangkap polisi, Sabtu (19/5/2018).

Dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjalani pemeriksaan sampai akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.

Himma mengaku menyesal atas perbuatannya.

"Saya sangat menyesal sekali, saya tidak tahu itu hoaks. Saya sebenarnya bodoh sekali, saya pesan kepada masyarakat, jangan asal membagikan status orang lain.

Ini sudah saya rasakan akibatnya," kata Himma dengan suara parau, Minggu (20/5/2018).

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved