Waduh, Masyarakat dan Dinas Kehutan Saling Klaim Lahan Pembangunan Bendungan Temef

Laob Tunbeis mengaku baru mengetahui adanya kawasan hutan Laob Tunbeis saat pembangunan bendungan temef.

Waduh, Masyarakat dan Dinas Kehutan Saling Klaim Lahan Pembangunan Bendungan Temef
pos kupang.com, dion kota
Suasana rapat pemantapan pembebasan lahan pembangunan bendungan temef di ruang rapat Bupati TTS ‎

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE –- ‎Tokoh adat masyarakat Desa Oenino, Tobias Anabanu yang lahannya masuk dalam kawasan hutan Laob Tunbeis mengaku baru mengetahui adanya kawasan hutan Laob Tunbeis saat pembangunan bendungan temef.

Ia mengaku, sudah ratusan tahun secara turun temurun keluarganya tinggal di kawasan yang hendak dibangun bendungan temef tersebut.

Dirinya tidak menolak pembangunan bendungan temef, namun dirinya meminta perhatian pemerintah terkait nasib mereka karena harus kehilangan kebun dan rumah mereka.

" Pak bupati, kami dukungan pembangunan bendungan temef. Tetapi kami minta tolong perhatikan nasib kami. Karena lahan kami sudah kasih untuk bangun bendungan. Kalau sekarang pemerintah klaim lahan kami sebagai kawasan hutan, kami juga bingung. Sudah ratusan tahun kami tinggal di tempat itu, lalu kenapa baru sekarang pemerintah klaim itu lahan kehutan. Kami minta tolong perhatikan kami," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan tokoh adat masyarakat Desa Konbaki, Markus Teflopo. Ia mengaku baru mendengar terkait keberadaan kawasan Laob Tunbeis di desanya tersebut. Ia mempertanyakan keberadaan pilar sebagai tanda kawasan hutan Laob Tunbeis. Pasalnya, kawasan tersebut sudah sejak dahulu dijadikan kebun dan tempat tinggal oleh leluhurnya.

" Kita setuju pembangunan bendungan temef, tetapi kenapa sekarang kebun dan lahan kami diklaim sebagai kawasan hutan Laob Tunbeis. Dimana tapal batasnya? Kalau seandainya ada tapal batasnya, kami tidak akan berani buat kebun dan tempat tinggal," pungkasnya.

Untuk diketahui, Jumat ( 18/5/2018) dilaksanakan rapat pemantapan pembebasan lahan pembangunan bendungan temef di ruang rapat Bupati.

Rapat pemantapan tersebu dipimpin langsung Bupati TTS, Ir. Paul Mella dan dihadiri, perwakilan dari Balai wilayah sungai, Dinas Kehutan Propinsi NTT, Dinas PU Propinsi NTT, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTS, Facrhizal, Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH. MH, tokoh adat masyarakat Oenino, tokoh adat masyarakat Konbaki, tokoh masyarakat Pene Selatan dan para pimpinan OPD lingkup Pemkab TTS. ‎(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved