Sikapi Aksi Teror di Surabaya, Ini Pernyataan Sikap Forkopimda, FKUB, Tokoh Masyarakat Flores Timur

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Flores Timur langsung mengambil sikap terkait aksi teror di Mako Brimob

Sikapi Aksi Teror di Surabaya, Ini Pernyataan Sikap Forkopimda, FKUB, Tokoh Masyarakat Flores Timur
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menandatangani pernyataan sikap merespon aksi teror di Surabaya Jawa Timur di rumah jabatan bupati Flotim Selasa malam (15/5/2018).

Laporan REPORTER POS KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Flores Timur langsung mengambil sikap terkait aksi teror di Mako Brimob, bom di tiga gereja dan Mapoltabes Surabaya dengan menggelar pertemuan.

Pertemuan pertama digelar Kapolres Flotim di Aula Vicon Mapolres Flotim Senin (14/5/2018) menghadirkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Flotim.

Hadir Uskup Larantuka MGR Fransiskus Kopong Kung, Pr, Ketua DPRD Yoseph Sani Bethan, Ketua Pengadilan Negeri Larantuka Setyo Yoga Siswantoro, Kajari Larantuka I Putu Gede Astawa, Kasdim 1624/Larantuka Mayor Czi I Gusti Made Budayasa.

Ketua FKUB Flotim Rm Bernardus Bala Kerans, Pr, Ketua gembala sidang GPDI Pentekosta Larantuka Pdt.Pance Lomi, S.Th, Tokoh Masyarakat Raja Larantuka Don Martinus DVG, Ketua PHDI Flotim I Nyoman Karwadi.

Baca: Sidang Kasus Korupsi Pembangunan USB SMK N 2 Kupang Barat Akan Dilanjutkan Selasa Pekan Depan

Baca: NTT Dapat Bantuan Dana Untuk 400 Wirausaha Pemula

Ketua Majelis Ebenhaezer Pdt.Marthen Tubatonu, S.Th, Ketua MUI Flotim Muhhamad Bethan, SH.MTi.

Dari pertemuan lintas elemen ini menghasilkan pernyataan sikap bersama terhadap berbagai aksi tersebut bahwa teroris merupakan kejahatam kemanusiaan.

Pmerintah dan masyarakat Flotim mengutuk semua tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan itu dan turut berbelasungkawa terhadap korban bom di tiga gereja dan mapoltabes Surabaya.

Menghimbau kepada masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi atas peristiwa terjadi dan bersama menjaga perdamaian dan persatuan di Flotim.

Baca: Ada yang Berkarang di Pantai Kota Larantuka, Ternyata Ini yang Dilakukan Warga Saat Air Laut Surut

Mendukung aparat keamanan menuntaskan teroris dan menegaskan teroris tidak ada hubungan dengan agama mana pun, karena setiap agama mengajarkan kedamaiaan.

Mendukung pemerintah memberantas teroris menggunakan berbagai instrumen dan kekuatan, hukum, politik, ekonomi, budaya, kekuatan TNI- Polri, maupun birokrasi dan masyarakat.

Forum gabungan itu juga menghimbau kepada media massa, baik cetak maupun elektronik maupun media sosial untuk menyajikan informasi secara proporsional dan tidak provokatif.

Pemimpin agama, tokoh muda, tokoh masyaraat agar tidak menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan tetap jaga keharmonisan hidup bersama.

Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon di rujab bupati Selasa malam (15/5/2018) kembali mengundang forkopimda membahas langkah antisipatif menyadarkan pentingnya semua elemen masyarakat sadar akan bahaya kehadiran teroris di wilayah masing-masing.

Bupati Anton juga menandatangi pernyataan sikap yang telah dibuat lintas forum berbagai elemen pimpinan di daerah dan telah menggelar rapat di mapolres Flotim sehari sebelumnya.(*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved