Anak-anak “Cuek Bebek” Nonton Judi. Netizen Bilang Neraka Masih Lebih Indah Malaka

Bahkan ada anak yang tertawa melihat judi dadu atau dalam sebutan lokal, kuru-kuru.

Anak-anak “Cuek Bebek” Nonton Judi. Netizen Bilang Neraka Masih Lebih Indah Malaka
FB Ernesto Klau
Judi Dadu 

POS-KUPANG.COM – Berawal dari postingan akun Ernesto Klau pada Grup Facebook Pilkada Malaka 2015 tentang judi di Kota Betun, Ibukota Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, beragam komentar bermunculan.

Akun ini memposting tulisan berjudul Judi di Jantung Kota Betun disertai tiga buah foto.

Baca: Inspiratif! Ini Kisah Pemuda Peternak Ayam Kampung Asal Kelurahan Buraen, Kabupaten Kupang

Baca: Bocah 3 Tahun Ini Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Namosain. Begini Ceritanya

Ada foto tentang judi dadu, judi sabung ayam dan judi bola guling.

Tidak dijelaskan, kapan dan di mana aktivitas judi ini diabadikan dalam foto.

Namun ada sejumlah anak usai sekolah yang terlihat cuek dan tidak risih menonton aktivitas judi ini.

Bahkan ada anak yang tertawa melihat judi dadu atau dalam sebutan lokal, kuru-kuru. Pada foto lain terlihat seorang anak membelakangi kamera menonton judi sabung ayam.

Baca: Berusia 129 Tahun, Koku Istambulova Melihat Usianya yang Panjang Sebagai Hukuman Tuhan

Baca: Kakek Berjanggut Putih Panjang Alami Hal ini Usai Mengaku Teroris Saat Akan Menumpang Pesawat

Ada netizen yang mengecam aktivitas itu, namun ada yang mengatakan bahwa judi hanyalah hiburan bagi warga.

Mereka memaklumi bahwa judi bukan hal baru karena sudah menjadi tradisi warga di Kabupaten Malaka.

Misalnya akun, Raymundus Nahak yang mengecam perjudian tersebut. “Kalau seperti ini,,, jangan heran,,, kalau Negara dan Bangsa Ini tidak akan Maju,,,, bahkan di jajah Lagi.....Mana aparatur Negara? Mana aparatur Pemerintah?
Ingatlah Generasi Penerus Bangsa,,,,, Jangan Kau berikan Hal yang buruk untuk kami.....,” tulisnya.

Baca: KPK Tetapkan Bupati Bengkulu Selatan, Istri, dan Keponakannya sebagai Tersangka

Baca: 5 Hal yang Seharusnya Ada di Setiap Rumah, Apa Saja Ya?

Namun komentar ini ditanggapi santai oleh akun Paulus Seran Tameu yang mengatakan bahwa judi itu hiburan.

Paulus Seran Tameu : judi beginikan hiburan biasa.
Paulus Seran Tameu: betul ini berita biasa.

Komentar akun Paulus Seran Tameu ini mendapat dukungan dari akun lainnya, Tiber Gomez dengan membully pemosting sebelumnya.

Yg muat postigan ini jgn smpe baru trun di Kab Malaka..jgan heran ini sdh Tradisi lgian judi jga hiburan,” tulis Tiber Gomez.

Namun komentar akun Paulus Seran Tameu dan Tiber Gomez ini mendapat kecaman dari sejumlah akun bahwa judi adalah haram.

Pieters Klau Manek: Hhhhh.....tpi yg namanya judi adalah haram.....

Akun lainnya atas nama Januari Claw malah member komentar yang tidak biasa.

Dia malah menyebutkan bahwa Malaka dalam kondisi berantakan.

“Asli berantakan ne Malaka. Kabupaten koq dalamnya Judi, Miras, Neraka masih indah dari Malaka,” tulis Januari

FB Erneste Klau
FB Erneste Klau (screenshoot)

Berikut isi postingan akun Ernesto Klau dalam grup facebook Pilkada Malaka 2015 yang menjadi viral:

Judi di Jantung Kota Betun
Akhir-akhir ini, judi marak di Kota Betun, Ibu kota Kab. Malaka. Tepatnya di Dusun Bakateu, Desa Wehali.
Tampak pada gambar yang diambil, pada lingkaran merah, ada anak-anak yang terlibat menonton. Mau jadi apa generasi selanjutnya kalau seperti ini?.
Sebuah keheranan besar karena pihak berwajib seolah tutup mata. Adakah 'upeti' yg membutakan mata pihak berwenang???
Sepertinya perjudian yg berlangsung dari sore sampai malam hari ini sangat awet sampai saat ini. Sayang sekali jika terjadi pembiaran terhadap situasi ini.
Silahkan ditanggapi saudara-saudari matenek rai malaka......!!!!

Terhadap postingan ini, ada sejumlah netizen mengomentari isi postingan sembari mempertanyakan ke manakah aparat dan pemerintah.

Mereka terutama menyoroti adanya anak-anak usia sekolah dasar yang menonton perjudian tersebut.

Berikut ini komentar netizen menanggapi postingan terkait judi ini:

Gusti Teti: Hanya hiburan saja nai Ernesto, #katamereka mohon jgn di post nanti ketahuan, hehehe. giliran ngasih saran ntar bilang ga ada kerjaan.
Kamu sdh buat apa. Dll nya. Menyebalkan, aktivitas judi dan sejenisnya memberikan indikasi dari kualitas Malaka. Klo ga tutup, Mau pelihara kebiasaan seperti di gambar ini sampai kapan?

Raymundus Nahak: Biasa buat bapak-bapak......
Tapi luar Biasa buat generasi Penerus Bangsa,,,,,
Hal yang buruk, dan tidak perlu di ikut sertakan Generasi Penerus,,,,... Zaman bapak-bapak berbeda dengan zaman nya kami generasi....

Raymundus Nahak: Itu sudah kk....
Padahal ini hal yang sangat berpengaruh negatif,,, untuk masyarakat, terutama Generasi Penerus Bangsa yg berada di Kabupaten Malaka...

Pieters Klau Manek: Yg pntng tdk mnjdi lapangan pekerjaan tetap tuk menghidupi keluarga.....mksudx jgn mjdikan sbg lahan tuk mncri mata pencaharian tuk menafkai klu....

Upe Luan: Kebiasaan ini sudah menjadi budaya kita sejak dlu dan susah untuk ditutup, mskipun bisa ditutup psti masih sja ad buka secara smbunyi2. Jdi sebaiknya pemerintah kab. Malaka mmbuka lokasi perjudian khusus di malaka , yg dilengkapi dgn fasilitas yg mendukung sprti rmah makan, tmpat penginapan dgn maksud apabila ada pengunjung dri luar malaka atau negara tetangga timor leste bisa menginap, tmpat parkir, tmpat hiburan mlam sperti kafe, tmpat karaoke, dan lokasi trsebut hnya bisa masuk melalui satu pintu yg dijaga oleh PM yg dibyar khusus oleh pemerintah.
Yg bisa berkunjung hnya org yg berusia di atas 17 tahun, siapa sja yg msuk hrus mmbayar karcis dan tempat prkir sesuai dgn ketentuan pmrintah. Setiap org yg membuka perjudian jenis apapun harus membayar pajak dan memiliki modal yg cukup sesuai batas maksimal permainan dan hrus mmiliki kartu identitas.
Dari situ pemerintah bisa mengambil keuntungan dri karcis masuk, tempat parkir, tempat penginapan, rmah makan dan tempat hiburan.

Raymundus Nahak: Kk Ernesto,,,, kirimkan gambar-gambar ini untuk saya,,, via inbox,,,,Ini menjadi hal yang menarik,,,, Generasi Penerus Bangsa, di biarkan untuk menonton dan melakukan hal yang tidak seharusnya,,,,
Sangat miris

John Nelson Luan: Judi Sampai Kapan pun Tidak akan pernah Hilang..... Mengapa...? Krn ini sdah jadi Budaya yg turun temurun. Jika Semakin di larang maka mereka akan mencari tmpat untuk Melakukannya lagi dan lagi..
Semua pada berkomentar seoalah ini hal baru yg baru diliat Masyarakat....
Hallo sdr2 Semua... Saya kenal judi sejak Saya kecil. Apakah Waktu itu Aparat kurang tegas? Ataukah tidak ada orang2 yg teriak2 menentang? Saya pikir Ada.. namun apa yg terjadi buktinya Awet sampai saat ini...?
Jika Kita teriak judi.. Kita juga harus teriak Miras yg di jual di Pasar2... teriak tutup tmpat2 Prostitusi dll.....

Agus Seran Wekbelar: Mari kita melihatnya secara kompleks...Di Timor ini judi bukan hal baru lagi...orang meninggal pun mesti ada judi...dan memang tidak lagi disebut "marak" tapi ini sudah seperti tradisi..tak kenal masa..dilarang maka akan menimbulkan kekacauan..tidak dilarang malah makin menggila...nah..ini kembalikan ke pemerintah daerah..apakah mampu untk menghilangkan budaya judi yg merisaukan ini atau kah malah membiarkan

Aloysius Boikletes: Benar juga.... tapi judi masyarakat pakai uang sendiri... masyarakat tdk korupsi baru maen judi. Jusru yg diperhatikan Polisi adalah para pejabat yg mengunakan uang Negara agar tdk salah sasaran..

Agus Seran Wekbelar: Nah..ini kan kembali ke kesadaran masing2 orang lagi e..susah untk hilang budaya judi ini...mau tangkap berapa orang? mau tegur berapa orang? Ini masalah kompleks

Paulus Bria Klau: Sgra dibasmi

Tidak Ada Toleransi

Kapolsek Malaka Tengah, AKP Rinaldi Hastomo yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu (16/5/2018) menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan toleransi terhadap setiap aktivitas perjudian di wilayahnya.
AKP Rinaldi tidak yakin bahwa foto yang menjadi viral itu berlokasi di Betun, Malaka Tengah.
Dia menduga mungkin foto lama atau foto perjudian di wilayah lain.
“Mungkin bias di cross check dengan benar dan cermat sebelum share apakah itu foto baru atau lama. Dan apakah benar di lapangan umum Betun,” jawabnya melalui layanan whatsapp. (pos-kupang.com)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved