Alkitab Kristen Bilang Orang yang Bunuh Diri itu Berdosa, Ini Alasannya

Dalam Alkitab Kristen ada 5 orang yang melakukan bunuh diri, dosakah orang yang melakukan aksi bunuh diri itu?

smh
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM - Dalam Alkitab Kristen ada 5 orang yang melakukan bunuh diri, dosakah orang yang melakukan aksi bunuh diri itu?

Apa pandangan kekristenan mengenai bunuh diri? Apa kata Alkitab mengenai bunuh diri?

Menjawab pertanyaan ini, di laman Got Questions.com, menjelaskan, Alkitab mencatat ada enam orang yang bunuh diri: yakni Abimelekh (Hakim-hakim 9:54), Saul (1 Samuel 31:4), Pembawa Senjata Saul (1 Samuel 31:4-6), Ahitofel (2 Samuel 17:23), Zimri (1 Raja-Raja 16:18), dan Yudas (Matius 27:5).

Baca: BREAKING NEWS: Ada Baku Tembak di Mapolda Riau? Warga Panik, Ada Apa Sebenarnya

Baca: Pelaku Bom Bunuh Diri Anton Aktif di Remaja Mesjid dan Berubah Sejak Menikah

Baca: Anak Ini Berani Tolak Doktrin Ayahnya, Lari ke Rumah Nenek, Selamatkan 2 Adiknya dari Bom

Lima dari keenam orang tersebut terdeskripsi jelas mengenai kejahatannya, kecuali pembawa senjata Saul – yang tidak diulas secara mendetail.

Beberapa ahli menganggap kematian Samson sebagai tindakan bunuh diri, karena ia sudah mengetahui bahwa tindakannya akan mematikan dirinya (Hakim-Hakim 16:26-31).

Berhubung tujuan Samson saat itu ingin membunuh para Filistin, bukan dirinya saja, maka pendapat ini masih diperdebatkan.

Alkitab memandang kasus bunuh diri sama bobotnya dengan pembunuhan, karena itulah kenyataannya - pembunuhan diri.

Baca: Tiga Pelaku Ditembak, 1 Polisi Dibacok, 2 Wartawan Terluka di Mapolda Riau

Baca: VIDEO: Mencekam Proses Pemeriksaan Mobil Teroris yang di Gerbang Mapolda Riau

Baca: Pelaku Bunuh Diri Bakal Terima 3 Azab Mengerikan Ini dalam Hukum Islam

Allah hanyalah satu-satunya yang boleh memutuskan waktu dan dengan cara apa seseorang akan meninggal. Seperti diungkapkan dalam Mazmur 31:15, "Masa hidupku ada dalam tangan-Mu."

Allah adalah pemberi kehidupan. Ia memberi, dan Ia mengambilnya kembali (Ayub 1:21). Bunuh diri, bentuk pembunuhan kepada diri sendiri, menjadi tindakan durhaka, karena hal itu menjadi bentuk penolakan manusia atas karunia kehidupan dari Allah.

Baca: Sedih, di Celana Dalam Bocah Pelaku Bom Bunuh Diri yang Selamat Itu Ada Tulisan Begini

Baca: Orang Nekat Lakukan Aksi Bom Bunuh Diri Karena Alasan-Alasan Ini

Baca: Para Pelaku Bom Bunuh Diri Miliki Buku Panduan Cara Melancarkan Aksinya, Tipsnya Mengerikan

Tidak satu pun, pria ataupun wanita, diperbolehkan mengambil alih otoritas Allah dan mengakhiri kehidupan pribadi mereka.

Ada beberapa tokoh di dalam Alkitab yang mengalami keputusasaan. Salomo, sambil mengejar segala kenikmatan hidup, mencapai suatu titik dimana ia "membenci hidup" (Pengkhotbah 2:17).

Elia sangat takut hingga mengalami depresi dan merindukan kematian (1 Raja-Raja 19:4). Yunus juga begitu marah dengan Allah sampai ia berharap mati (Yunus 4:8).

Rasul Paulus dan para rekan misionarisnya sampai pernah berkata, "beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami" (2 Korintus 1:8).

Akan tetapi, dari semua tokoh itu, tidak ada yang bunuh diri.

Salomo belajar "takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang" (Pengkhotbah 12:13). Elia dihibur oleh malaikat, diperbolehkan beristirahat, dan diberi sebuah amanat baru.

Yunus dikoreksi dan diberi pelajaran dari Allah. Paulus belajar bahwa, walaupun beban yang ia hadapi melampaui kemampuan dirinya menanggungnya, Allah dapat membantu menanggung segala hal: "Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati" (2 Korintus 1:9).

Baca: Anak Perempuan Ini Lakukan Bom Bunuh Diri Sebab Diajarin Doktrin Kek Gini oleh Ayahnya

Baca: Mantan Teroris, Walikota Surabaya Hingga Kapolri Ungkap Rahasia Bom Bunuh Diri

Baca: Karakter Dua Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Diungkapkan Sahabat dan Wali Kelasnya, Sangat Mengejutkan!

Jadi, menurut Alkitab, bunuh diri adalah dosa.

Bunuh diri tentunya berdampak buruk bagi mereka yang ditinggalkan. Bekas luka batin yang disebabkan seseorang yang bunuh diri biasa lama sekali pulihnya.

Semoga Allah memberi karunia kepada setiap orang yang sedang menghadapi percobaan itu (Mazmur 67:1).

Dan kiranya setiap kita berharap dalam janji, "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10:13). (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved