Bom di Surabaya

Orang Nekat Lakukan Aksi Bom Bunuh Diri Karena Alasan-Alasan Ini

Gila! Alasan inilah yang bikin orang sampai mau dan nekat melakukan aksi bom bunuh diri.

Orang Nekat Lakukan Aksi Bom Bunuh Diri Karena Alasan-Alasan Ini
ist
Keluarga pelaku bom bunuh diri pada tiga gereja di Surabaya itu adalah keluarga yang berasal dari Rungkut, Kota Surabaya. 

POS-KUPANG.KOMPAS - Gila! Alasan inilah yang bikin orang sampai mau dan nekat melakukan aksi bom bunuh diri.

Mengapa seseorang rela berkorban nyawa demi kelompok atau ideologi mereka?

Apa yang mendorong mereka melakukan hal tersebut?

Banyak orang berpendapat bahwa individu-individu ini melakukan tindakan ekstrem tersebut demi predikat sebagai pahlawan atau teroris.

Baca: Terlempar Setinggi 3 Meter, Bocah Pelaku Bom Bunuh Diri Merangkak di Samping Mobil dan Motor

Baca: Waspada! 7 Tanda Ini Mengindentifikasi Orang yang Hendak Lakukan Bom Bunuh Diri

Baca: Anak Perempuan Ini Lakukan Bom Bunuh Diri Sebab Diajarin Doktrin Kek Gini oleh Ayahnya

Namun di balik semua itu, ada proses psikologi yang disebut penyatuan jati diri dengan kelompok.

Harvey Whitehouse, peneliti dari Universitas Oxford, menjelaskan bahwa penyatuan jati diri berperan besar dalam mendorong seseorang untuk rela mati demi kelompok dan keyakinan agama mereka.

Perasaan itu muncul karena adanya pengalaman berbagi dalam setiap peristiwa dengan melibatkan emosi secara mendalam dan membentuk keinginan untuk hidup dan mati bersama, kata Bill Swann, psikolog sosial dari Universitas Texas yang pertama kali mencetuskan teori ini.

Penjelasan tersebut berbeda dengan teori-teori sebelumnya yang menjelaskan bahwa motivasi seseorang berperilaku ekstrem adalah identitas kolektif, permusuhan dengan lawan, kedekatan psikologis dengan kerabat, dan pengaruh gangguan mental.

Baca: Mantan Teroris, Walikota Surabaya Hingga Kapolri Ungkap Rahasia Bom Bunuh Diri

Baca: Suami dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Menembak Istrinya, Begini Akhir Ceritanya

Baca: Sadis! Pria Ini Mencambuk Istrinya Karena Dituding Berselingkuh

Whitehouse dan timnya dari Centre for Anthropology and Mind melakukan penelitian terhadap sejumlah kelompok militan, seperti kelompok fundamentalis Islam, dan kelompok garis keras lainnya, seperti suporter bola, klub bela diri, milisi suku, dan kelompok sipil bersenjata.

Mereka melakukan pengamatan langsung di lapangan, survei, dan wawancara dengan kelompok yang sejumlah anggotanya tewas saat bertempur demi kepentingan kelompok, seperti kelompok sipil bersenjata di Libya dan tentara yang bertugas di Afghanistan dan Irak.

Halaman
12
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help