Duh! Bau tak Sedap Tercium dari Belakang Kampus Akper Kupang. Ternyata Ini Penyebabnya

Bau tak sedap tercium dari belakang Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Kupang.

Duh! Bau tak Sedap Tercium dari Belakang Kampus Akper Kupang. Ternyata Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/Tommy Mbenu Nulangi
Tumpukan sampah yang dibuang warga di belakang Kampus Akper Kupang, Kamis (10/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bau tak sedap tercium dari belakang Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Kupang. Bau busuk itu disebabkan sampah yang dibuang warga persis di sudut kiri Kampus Akper, Gang Damai 1, Liliba, Kota Kupang.

Baca: Penyuluh Tiga Provinsi Lakukan Ini di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Abdi Laboratus

Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (10/5/2018) siang, tidak ada tempat sampah yang dibangun di sana. Yang ada hanya kumpulan sampah baik sampah organik maupun sampah non organik.

Selain sampah organik dan non organik, ada juga limbah dapur yang dibuang warga disana. Limbah dapur itu yang menyebabkan bau tak sedap dan dihinggapi banyak lalat.

Baca: Wah, Informa Lippo Plaza Kupang Cashback Hingga 15 Persen. Cuma 5 Hari Lho

Salah seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan, mengatakan, warga sekitarnya sudah lama membuang sampah di belakang Kampus Akper Kupang itu.

Ia mengatakan, jika sampah sudah terkumpul banyak, maka para petugas kebersihan datang mengangkut sampah tersebut dan membuang ke tempat pembuangan akhit (TPA).

Baca: Ini Tujuan Wakil Walikota Kupang Imbau Kenakan Pakaian Adat Saat Pengumuman Kelulusan SMP dan SD

"Hampir semua kami buang sampah di sini, karena memang tidak ada tempat sampah di sini. Jadi kami buang saja disini," katanya.

Ia meminta, alangkah baik jika Pemerintah Kota Kupang membangun bak penampung sampah di sana. Dengan begitu, masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya.

"Jadi tidak ada ceritanya lagi sampah sampai berserakan ke jalan kalau sudah dibangun tempat sampah disini," ungkapnya.

Ia berharap, permintaannya dapat dipenuhi oleh pemerintah, baik pemerintah kelurahan maupun pemerintah kecamatan sehingga warga dapat menjaga kebersihan lingkungan. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved