Penyuluh Tiga Provinsi Lakukan Ini di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Abdi Laboratus

Sebelas orang CPNS dari THL TBPP angkatan I dan II dari Provinsi Maluku, Maluku Utara dan NTT melakukan studi lapangan di Desa Mata Air

Penyuluh Tiga Provinsi Lakukan Ini di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Abdi Laboratus
POS-KUPANG.COM/EDI HAYON
Koordinator Penyuluh Kecamatan Kupang Tengah, Maria Owa (baju putih), ketika mendengar pemaparan dari penyuluh di Desa Mata Air, Rabu (9/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayon

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Sebelas orang CPNS dari THL TBPP angkatan I dan II dari Provinsi Maluku, Maluku Utara dan NTT melakukan studi lapangan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Abdi Laboratus, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah.

Kehadiran para penyuluh ini untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi petani di sektor pertanian dan dicarikan solusi.

Baca: Ini Dia Puteri Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur 2018

Pengelola P4S Abdi Laboratus, Yohanes Lalang, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu (9/5/2018), menyatakan terima kasih kepada BBPP Kupang yang menunjuk lembaganya sebagai tempat para penyuluh melakukan kegiatan pendataan dan pembinaan para petani.

Baca: Menjual Bawang Ternyata tak Semulus yang Dipikirkan. Mau Tau? Baca Kisah Ngardiyanto Ini

Terhitung sejak tanggal 3-9 Mei 2018 para penyuluh dari tiga provinsi ini melakukan survei lapangan dan bertatap muka dengan para petani.

Dalam kegiatan ini, kata Lalang, para penyuluh dibawa koordinator, Marcxi Benu, didampingi Koordinator Penyuluh Kecamatan Kupang Tengah, Maria Owa.

Baca: Wah, Informa Lippo Plaza Kupang Cashback Hingga 15 Persen. Cuma 5 Hari Lho

Ada enam masalah utama yang ditemukan penyuluh, di antaranya belum semua petani memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian hama penyakit pada tanaman padi.

Baca: Ini Tujuan Wakil Walikota Kupang Imbau Kenakan Pakaian Adat Saat Pengumuman Kelulusan SMP dan SD

Belum semua petani menerapkan dan mengetahui manfaat pola tanam jajar legowo 2:1. Petani juga belum memahami pemupukan berimbang pada tanaman padi.

Persoalan lain terutama pupuk, benih lokal sehingga dalam pertemuan bersama direkomendasikan agar ke depan diharapkan benih dari pemerintah yang siapkan. Ada enam kelompok yang dikunjungi para penyuluh di Desa Mata Air. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved