Ini Tujuan Wakil Walikota Kupang Imbau Kenakan Pakaian Adat Saat Pengumuman Kelulusan SMP dan SD

Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, mengimbau pihak sekolah, baik SMP maupun SD agar mengenakan pakaian adat masing-masing daerah

Ini Tujuan Wakil Walikota Kupang Imbau Kenakan Pakaian Adat Saat Pengumuman Kelulusan SMP dan SD
POS KUPANG/YENI RACHMAWATY
Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, mengimbau pihak sekolah, baik SMP maupun SD agar mengenakan pakaian adat masing-masing daerah saat pengumuman kelulusan nanti.

Imbauan ini punya tujuan khusus, yaitu mengembangkan dan memperkenalkan budaya NTT kepada anak-anak.

Baca: Warga Minta Buka Bank NTT di Benteng Jawa, Ini Tanggapan Bupati Tote

"Saat pengumuman itu pakai pakaian adat dari masing-masing daerah supaya anak-anak juga tahu ini pakaian adat daerah saya dan teman lainnya. Dengan begitu anak-anak akan semakin peka terhadap budaya yang harus dilestarikan," ujar Hermanus Man saat ditemui, Rabu (9/5/2018).

Baca: Mahasiswa Tuntut Keadilan dan Kebebasan, Begini Respon Direktur Politani Kupang

Ia juga mengatakan, dengan mengenakan pakaian adat maka nilai budaya yang selama ini masih belum begitu diperhatikan di sekolah akan muncul dan berkembang. Hal tersebut juga bisa menjadi peran dalam pengembangan karakter anak di sekolah.

Baca: Sebelum Tutup Operasi, Polres Kupang Kota Tilang 60 Pengendara, Ini Pelanggaran yang Dilakukan

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Filmon Lulupoy, mengatakan, pihaknya akan mengimbau sekolah-sekolah untuk mengenakan pakaian adat saat pengumuman kelulusan nanti.

"Kita juga akan meminta Pak Wali atau Pak Wakil untuk menandatangani surat edaran penggunaan pakaian adat saat pengumuman kelulusan bagi SMP yang akan dilakukan tanggal 28 Mei 2018 dan SD yang akan dilakukan minggu kedua bulan Juni mendatang supaya punya kekuatan hukum," ujar Filmon.

Ia juga mengakui bahwa selama ini proses belajar mengajar di sekolah masih lebih berkonsentrasi pada aspek kognitif, sementara pengembangan nilai budaya masih kurang karena itu tidak menjadi patokan penilaian padahal menurutnya dua aspek ini harus berjalan beriringan. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved