Polisi Tembak Warga Sumba Barat
Geram Sumba Timur Lakukan Aksi Solidaritas Penembakan Poro Duka. Ini yang Mereka Lakukan
Puluhan mahasiswa menggelar aksi solidaritas kematian Poro Duka yang ditembak oleh polisi di Marosi, Kabupaten Sumba Barat
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Puluhan mahasiswa dari GMNI Waingapu, PMKRI Kota Jajakan Waingapu, IKPML Waingapu, FPWK, FKPK dan Ana Humba Community serta Komunitas Ana Tana yang tergabung dalam Gerakan Rakyat untuk Kemanusiaan (Geram) Sumba Timur menggelar aksi solidaritas terhadap kasus kematian Poro Duka yang ditembak oleh polisi saat pengukuran lahan di Marosi, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (25/4/2018).
Baca: Perlakuan Nyonya Juragan Roti Lebih Kejam, Suster Eustochia: Kenapa Tidak Diproses Ya?
Aksi Solidaritas Gemar tersebut dengan melakukan orasi di depan Mapolres Sumba Timur, Senin (7/5/2018) siang.
Dalam orasi tersebut, mereka dijaga sejumlah anggota polisi dari Polres Sumba Timur.

Saat melakukan orasi, mereka juga membawa sejumlah poster yang bertuluskan 'stop kekerasan terhadap rakyat' wujudkan keadilan kepada rakyat, 'rakyat bukan kriminal'.
Baca: BKKBN NTT Bentuk Koalisi Kependudukan di Flotim, Ini Tujuannya
Selain itu, poster bertuliskan 'usut tuntas kasus kematian Poro Duka, 'Stop Asal Tembak' dimana di dalam poster ini juga digambarkan sebuah pistol lalu diberi garis palang dan sejumlah poster dengan tulisan lainnya.
Baca: Harga Sembako di NTT, Tallo: Harga Naik atau Turun Bukan Berarti Tidak Stabil
Sekitar satu jam mereka berorasi, Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor M T Silalahi, S.H, MH juga menemui mereka.
Saat itu, mereka membacakan sejumlah pernyataan sikap kemudian menyerahkan kepada Kapolres Victor untuk selanjutnya pernyataan sikap tersebut ditindaklanjuti. (*)