Kondisi Ruangan Kelas SDK Rangang Ini Sangat Memrihatinkan

Ruangan kelas siswa SDK Rangang di Desa Pongkolo, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kondisinya sangat memrihatinkan.

Kondisi Ruangan Kelas SDK Rangang Ini Sangat Memrihatinkan
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Ruangan kelas di SDK Rangang, Desa Pongkolo, Kecamatan Pacar-Mabar. 

Laporan Reporter POS-KUPANG-COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Ruangan kelas siswa SDK Rangang di Desa Pongkolo, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kondisinya sangat memrihatinkan.

Tak hanya berlantai tanah. Dinding ruangan juga sudah bolong. Atapnya juga nyaris roboh. Meski demikian, setiap hari ruangan itu menjadi tempat KBM siswa yang berjumlah 10 orang.

Baca: Buktikan Dirinya Tidak Bersalah, Fredrich Yunadi Berencana Hadirkan 10 Profesor

Di ruangan kelas itu hanya ada tiga meja dan satu meja sudah patah. Meja yang patah dibiarkan tidak jatuh, dan disandarkan di belakang punggung siswa yang duduk.

Bangkunya pun hanya tiga. Tiga bangku tersebut menjadi tempat duduk 10 siswa yang saling berhimpitan mengikui kegiatan belajar.

Baca: Dukung Jadi Capres di Pilpres 2019, KSPI Minta Prabowo Teken Kontrak Politik

Kondisi ruangan kelas yang menyedihkan itu disaksikan juga oleh POS-KUPANG.COM yang diundang mengikuti kunjungan anggota DPRD NTT, Yeni Veronika, di Kecamatan Pacar-Mabar, Senin (30/4/2018) pagi.

Siswa kelas dua di SDK Rangang siang itu sedang belajar dengan kondisi yang sangat memrihatinkan. Lantai ruangan sudah rusak dan hanya sebagian yang berlantai aspal.

Ruangannya berdebu dan jendela bolong serta penutup ruangan di bagian bawah bolong karena papannya sudah bolong.

Bangunannya menggunakan papan dan sengnya sudah berkarat. Atapnya pun sudah hancur. Kayu penyangga atap sudah lapuk.

Di sebelah ruangan kelas dua ada ruangan kelas yang sudah rusak dan tidak dipakai lagi.

Mantan Kepala Sekolah SDK Rangang, Darius Ngadu, kepada POS-KUPANG.COM mengaku, sudah lama ia mengusulkan agar bangunan tersebut dibangun baru.

"Saya usul dari tahun ke tahun tapi belum ada perhatian. Sampai saya sudah pensiun enam bulan lalu perhatian dari pemerintah tidak ada. Sekolah terpaksa pakai bangunan itu karena ketiadaan ruangan kelas," ujar Darius saat menyampaikan keluhan di depan Anggota DPRD NTT, Yeni Veronika.

Siang itu, KBM bagi siswa kelas dua tetap berjalan. Kondisi ruangan yang tidak layak tidak mematahkan semangat para siswa untuk belajar. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved