Gara-gara Mencuri, Seorang Anak Dihukum Siram Kepala dengan Oli Bekas, Fotonya Viral

Anak tersebut mengguyur kepalanya dengan oli bekas karena ketahuan mengambil onderdil di sebuah bengkel di Sleman, Yogyakarta.

Editor: Alfons Nedabang
facebook/tribunnews.com
Anak dihukum siram oli bekas di kepala 

POS-KUPANG.COM - Beberapa Foto seorang anak sedang mengguyur kepalanya dengan oli bekas sempat viral di media sosial.

Anak tersebut mengguyur kepalanya dengan oli bekas karena ketahuan mengambil onderdil di sebuah bengkel di Sleman, Yogyakarta.

Akun Facebook Rohmat Tri Anto mengunggah foto tersebut di Grup Info Cegatan Jogja (ICJ), Senin (30/4/2018).

Kiriman yang dibagikan Rohmat Tri Anto ini berasal dari akun Mas Hadi Urc.

Di bawah beberapa foto tersebut, Mas Hadi Urc menulis:

Baca: Kelompok Berbaju #2019GantiPresiden Melakukan Intimidasi, Videonya Viral

Meski sudah terlambat Kami datang untukmu.

Nak, maafkan kami. Kami baru tahu ketika kejadian berselang hari. Saya menangis melihatmu pasrah mengguyurkan olie belas ke kepalamu, membahayakan kedua matamu, masuk ke telingamu, bahkan mungkin terjilat dan terminum olehmu. Kamu nampak sangat tidak berdaya melakukan penolakan dan nalar ke anak-anakanmu belum cukup untuk melakukan alasan perlawanan dan membela diri.

Kamu terlihat pasrah dan bahkan sambil tersenyum saat dipaksa mengguyur olie bekas ke kepalamu, saya sangat mengerti perasaanmu saat itu.

Kamu merasa bersalah karena memang telah mengambil onderdil bekas di bengkel itu. Dan sama sekali tidak ada yang peduli kepadamu karena statusmu yang yatim piatu. Tidak ada orang dewasa di sekitar kejadian itu yang bisa berpikir sedikit waras, mencegah dan membelamu atas ketidak adilan itu.

Sehebat apa dan sekuat apa penggagas hukuman dan perkusi ini sehingga tidak ada orang yang bisa mencegahnya. Heran sekali, di Sleman Yogyakarta kok masih ada warga yang mental arogannya berlebihan.

Baca: Keberanian Ibu Ini Menuai Pujian Saat Diintimidasi Kelompok Pendukung #2019GantiPresiden

Dibutuhkan arogansi dan sok kuasa, bahkan watak yang cenderung dzolim untuk bisa menghukum anak anak dengan hukuman seperti itu.

Seorang anak kecil apalagi seorang anak kecil yang yatim piatu yang mencuri, menurut saya harus dirunut dan ditelusuri lebih dalam oleh orang yang mendapati ketika anak yatim piatu seusia itu melakukan pencurian.

Salah?, Iya salah,

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved