Minggu, 12 April 2026

Israel Tangkap Tiga Orang terkait Kematian Pendaki

Polisi menginterogasi tiga anggota staf dari akademi yang mengatur perjalanan pendakian itu

Editor: Ferry Ndoen
(REUTERS/Ammar Awad)
Seorang gadis kecil terlihat melalui bendera Israel dalam aksi demo menentang penetapan pengadilan untuk menggusur unit perumahan di pemukiman Yahudi Beit El di luar Mahkamah Agung di Yerusalem, Rabu (8/7/15). 

POS KUPANG.COM - Tiga orang ditangkap di Israel sehubungan dengan kematian 10 pendaki muda di tengah banjir bandang saat mengikuti program persiapan wajib militer, ungkap polisi setempat, Jumat (27/04).

Ke-10 mahasiswa itu, yang sebagian besar berusia 17 sampai 18 tahun, terjebak banjir saat mendaki di gurun Arabah di Israel selatan menyusul curah hujan yang sangat tinggi.

Mereka adalah bagian dari kelompok yang terdiri dari sekitar 25 pendaki yang ikut serta dalam pelatihan.

"Polisi menginterogasi tiga anggota staf dari akademi yang mengatur perjalanan pendakian itu," ujar Micky Rosenfeld dalam sebuah pernyataan.

Dua orang masih ditahan dan orang ketiga berada di bawah tahanan rumah, tambahnya.

Pendakian itu diselenggarakan oleh lembaga yang berbasis di Tel Aviv yang menawarkan program satu tahun bagi pemuda yang ingin menunda wajib militer mereka, yang merupakan kewajiban di Israel, dalam rangka memperkuat diri secara mental dan fisik.

Para pendaki sedang beristirahat di tengah Ngarai Nahal Tzafit ketika mereka dikejutkan hujan deras, lapor media Israel.

Banjir bandang dapat bisa mengubah jurang yang indah tersebut menjadi jebakan kematian dalam sekejap, kata mereka. Beberapa pihak berspekulasi bahwa panitianya mungkin mengabaikan peringatan cuaca.(*)

Baca: Begini Kisah Perampokan Rp 1,8 Miliar di Nusa Dua Bali. Ada Telapak Tangan Hitam!

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved