Polisi Tembak Warga Sumba Barat
Warganya Ditembak Mati, Begini Komentar Bupati Agustinus Niga Dapawole
Bupati meminta izin kepada warga agar PT. Sutra Marosi Kharisma (SMK) mengukur lahan HGB untuk pembangunan hotel dan warga pun mengizinkan.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Fredrikus Royanto Bau
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole yang dihubungi ke telepon selulernya, Jumat (27/4/2018), mengatakan, sehari sebelum kejadian, dirinya memfasilitasi pertemuan dengan warga.
Saat itu, dirinya meminta izin kepada warga agar perusahaan, PT. Sutra Marosi Kharisma (SMK) mengukur lahan HGB untuk pembangunan hotel dan warga pun mengizinkan.
Baca: Gara-gara Tanah, Warga Sumba Barat Tewas Ditembak Polisi
Saat itu warga sepakat keesekoan harinya, Rabu (25/4/2018), diakukan pengukuran. Saat pengukuran, kata Bupati Niga, HGB 1 da 2 tidak ada masalah.
Saat pengukuran sedang berlangsung, ada sekelompok orang ke DPRD Sumba Barat sekitar pukul 14.00 Wita. Dan, pukul 15.00 Wita terjadi insiden hingga ada korban yang meninggal dunia.
Baca: MENGERIKAN! Kronologi Lengkap Aksi Represif Polisi. Bahkan Anak-anak Didorong Secara Kasar
Lanjut Bupati Niga, untuk mengetahui sebab-sebab kematian korban, telah dilakukan autopsi di RSUD Waikabubhak, Jumat (27/4/2018).
"hasilnya kita belum tahu, jenazah sudah dibawa ke kampung halaman dan keluarga menerimanya," kata Bupati Niga.
Bupati mengimbau warga agar jangan mudah terprovokasi hingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kehadiran investor akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Dan, pemerintah ingin rakyat daerah ini sejahtera. (*)