Breaking News

Kartini Zaman Now

Para lelaki langsung mengalah, membiarkan nona-nona, kakak-kakak, ibu-ibu, mama-mama, nyonya-nyonya dan lain-lain masih selfie

Editor: Dion DB Putra
net
RA Kartini 

Parodi Maria Matildis Banda

POS KUPANG -

"Salam Kartini!"
"Wah, lagi asyik selfie ya?"
"Hai, para Kartini!"
"Benar-benar Kartini zaman now lagi asyik selfie!"
***
Para lelaki langsung mengalah, membiarkan nona-nona, kakak-kakak, ibu-ibu, mama-mama, nyonya-nyonya dan lain-lain masih selfie usai merayakan hari Kartini. Mereka putuskan untuk ketemu di ruang medsos saja alias kontak lewat dunia maya.
"Hitung detik saja sudah ramai foto-foto Kartini di FB."

"Ramai juga di instagram. Kartini dalam seribu gaya!" kata Jaki.
"WA group juga nih! Waduh sekali posting sekian puluh lembar foto."
***
Para Kartini tampil dengan macam-macam gaya. Berdiri dengan satu kaki, kepala miring, pegang konde, mata sipit sebelah, mata melotot, bibir manyun alias dimongongkan, julur lidah sambil sipitkan mata kanan atau kiri, dada ke depan bokong ke belakang, telunjuk di bibir sambil melotot, tangan kanan di pinggang tangan kiri mencapai telinga kanan, dan gaya lainnya.

"Kartini zaman selfie," Rara dan Jaki tertawa memperhatikan berbagai gaya yang sudah beredar di dunia maya.

"Nona Mia ikut!" kata Jaki. "Lihat gayanya!" Jaki menunjukkan foto selfie Nona Mia. Bibir terkatup rapat, telunjuk kiri di bibir tanda diam, dan tangan kanan teracung dengan telunjuk tegak lurus ke depan.

"Untung lengan panjang dengan kain sampai mata kaki. Jika sampai Nona Mia tampil dengan kebaya mini alias sepuluh senti di atas lutut, itu baru berita."

***
Para Kartini melangkah mendekat. Baju kebaya brokat ketat berlengan pendek dengan bahu kain tile tembus pandang. Kain rok kebaya tenun ikat model mini alias di atas lutut, midi alias di antara mata kaki dan lutut, dan juga longdress sampai di mata kaki.

Dilengkapi dengan sepatu tumit lima, tujuh, sepuluh, bahkan dua belas senti, melenggang beda dari biasanya.

"Nona Mia di mana ya? Tidak kelihatan lagi. Para Kartini kita cantik sekali ya," kata Benza.

Selanjutnya ketiganya terpana menyaksikan rombongan Kartini yang asyik selfie di hadapan mereka. Kamera bertongkat, ada. Kamera dengan standar, ada. Keduanya tinggal diatur sepuluh detik mundur, mengabadikan momen setahun sekali.

***

"Ayo, kita pura-pura sedang ngobrol lucu sambil tertawa bercanda satu sama lain. Jangan lihat kamera e. Ayo satu, dua....jepret!"

"Sekarang serius. Serius lagi bahas masalah serius. Ya ya kita bahas human trafficking dan khusus perdagangan perempuan. Hei, jangan ada yang ketawa. Ayo, serius ya. Jangan lihat kamera e. Satu, dua,tiga...jepret!"

"Waduh bagus sekali, tembak ke grup pemerhati human trafficking ya. Tulis di bawahnya para Kartini muda sedang serius membahas perdagangan perempuan. Eh, jangan tulis begini saja. Kartini muda rancang konsep penting untuk hentikan dagang perempuan! Nah, begitu."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved