Dokter Yovita Mitak Ini Yakin Banget Estafet Kartini Masih Berjalan di Jaman Now, Kenapa?
Dokter Yovita Anike Mitak ini yakin banget kalau estafet RA Kartini masih berjalan hingga jaman now, kenapa?
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Baca: Hal Kecil Ini Bisa Bikin Pasangan Saling Berselingkuh Loh, Bagaimana Mengatasinya?
Baca: 5 Tips Jaga Kesehatan Jantung, Yuk Simak
Niken berharap agar setiap perempuan terutama yang belum ‘bebas’ memperjuangkan haknya itu tetap optimis dan harus percaya diri dan tidak rendah diri dengan apa yang sedang dijalani saat ini.
Menurut Niken, keberhasilan perjuangan Kartini itu bukan semata hanya diukur karena perempuan bisa bekerja dan berkarier di luar rumah.
Karena hal mendasar yang diperjuangkan kartini adalah kesetaraan gender dan emansipasi perempuan, serta bagaimana perempuan bisa mendapatkan kebebasan dan rasa nyaman melakukan apapun yang merupakan haknya.

Termasuk bagaimana perempuan bisa mendapat kesempatan yang sama dengan laki-laki baik dalam berkarya, bekerja, hingga kebebasan untuk berbicara, berpikir dan melakukan apa saja yang diinginkannya.
“Percuma kan jika perempuan itu dikasih kesempatan bekerja atau berkarier di luar rumah dan memiliki penghasilan yang besar, tapi kemudian ketika perempuan kembali ke rumah, dia tetap mendapatkan perlakuan kasar secara fisik dan mental dari suaminya, maka itu artinya perempuan belum merdeka,” kata Niken.
Jadi, perempuan bekerja diluar rumah itupun tidak bisa dijadikan ukuran bahwa perempuan itu sudah bebas dan merdeka.
Baca: Temuan Baru! Kelebihan Gula Bikin Kehidupan Intimmu Kacau, Ini Penjelasannya
Baca: Saat Intim, 4 Hal ini Jadi Kekuatiran Pasangan, Apa Saja?
Karena itu, meski perempuan tidak bekerja atau berkarier diluar rumah, tapi dia bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangganya dengan baik, tidak merasa tertekan, tidak mendapat pelakuan buruk baik fisik maupun mental dari suaminya, dan kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik, dia memberikan kontribusi positif bagi anggota keluarganya, lalu dia bahagia menjalankannya, maka artinya perempuan itu sudah merasakan kebebasanya.
Meski demikian, kata Niken, perempuan tetap harus mau dan bisa meningkatkan kompetensi dan kualitas dirinya di setiap waktu. Sebab tantangan setiap jaman berbeda dan butuh perempuan yang berkompeten.
Dan pada era digital seperti sekarang ini, kata Niken, seorang perempuan khususnya ibu, harus bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa melindungi anggota keluarganya. Sebab di era digital, semua akses informasi bisa lebih mudah diakses anggota keluarga, akses informasi itu ada yang positif maupun negatif.

“Bagaimana agar di era digital ini perempuan bisa terus dekat dan melindungi keluarganya, ya perempuan harus juga bisa menguasai teknologi, itu agar juga ikut melihat perkembangan jaman dan bagaimana membuat strategi langkah antisipasi agar hal-hal negatif itu tidak serta merta mempengaruhi dan merusak anak-anak,” kata Niken.
Selain itu, tambah Niken, manfaat positif di era digital ini juga bisa dirasakan oleh perempuan. Seperti, peluang bisnis online ataupun bisa menulis guna membagi informasi positif bagi perempuan lain yang berada di daerah atau belahan dunia lainnya.