Jual Muntahan Ikan Paus, 5 Orang ini Nasibnya Berubah. Harganya Capai Rp 3.3 miliar!
Muntahan ini berasal dari paus kepala kotak (Physeter macrocephalus). Bentuk dan teksturnya seperti bongkahan lilin.
Penulis: Eflin Rote | Editor: Eflin Rote
Agustus 2012, Charlie Naysmith bocah berusia 8 tahun dari Inggris menjadi jutawan berkat muntahan paus yang ia temukan.
Saat sedang berjalan-jalan di pantai, Naysmith melihat bongkahan batu yang unik berwarna seperti marmer dan membawanya pulang untuk dikoleksi.
Setelah dia dan sang ayah mencari tahum ternyata bongkahan batu unik tersebut adalah muntahan paus yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan parfum.
Amergris itu terjual dengan harga Rp 868 juta.
3. Sepasang kekasih Gary dan Angela menjual ambergris seharga Rp 1 miliar

April 2016, pasangan dari Lancashire, Inggris, Gary dan Angela menemukan muntahan ikan paus. Mereka menemukan muntahan paus di pinggir Pantai Middleton tak jauh dari tempat tinggal mereka.
Awalnya Gary dan Angela jijik melihat benda lembek dengan bau tak sedap. Tapi keduanya memutuskan untuk membawa pulang.
Ternyata benda tersebut merupakan ambergris seharga 930 poundsterling atau setara hampir Rp 1 miliar.
4. Khalid Al Sinani, nelayan Oman

Pada 2016, Khalid Al Sinani, nelayan Oman menemukan muntahan ikan paus yang terapung di perairan wilayah Qurayat.
Khalid mengumpulkan muntahan ikan paus seberat 60 kg dan mengangkatnya ke perahu. Diperkirakan muntahan paus itu bisa dijual dengan harga Rp 33,7 miliar.
Sebuah perusahaan parfum setempat sempat menawar dengan harga Rp 187 juta per kilogram namun Khalid menolaknya.
5. Alan Derrick dan anaknya Tom

Alan Derrick dan anaknya, Tom mengatakan awalnya ia bersama sang anak sedang berjalan-jalan di sepanjang pantai.
Tom kemudian melihat sebuah batu yang bentuknya cukup aneh. Berat batu muntahan paus yang ditemukan Alan adalah 1.13 kg.
Ia menjual benda yang ditemukan tersebut dengan nilai sekitar Rp 1 miliar.
Alan telah mengirim sampel ke Italia, Selandia Baru dan Prancis untuk menguji batu tersebut. (*)