Keren! Mayoritas Output SUPM Kupang Terserap di Pasar Kerja, Apa Alasannya?
Output Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kupang, sudah terserap di pasar kerja atau mampu menciptakan pekerjaan sendiri.
Penulis: Paul Burin | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Paul Burin
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebagian besar tamatan (output) Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kupang, sudah terserap di pasar kerja atau mampu menciptakan pekerjaan sendiri.
Output sekolah milik Kementerian Perikanan RI, ini dibekali dengan sistim pendidikan vokasi, yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori.
"Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan yang dirancang secara khusus bagi siswa untuk menguasai keahlian terapan tertentu," kata Kepala SUPM Negeri Kupang, Marcus Samusamu, S.T, M.Si, kepada Pos Kupang, Senin (9/4/2018).
Baca: Setelah Videonya Viral, Begini Nasib Wanita yang Menampar Petugas SPBU di Bekasi
Baca: Begini Persiapan SMPK Sint Vianney Soe Guna Menyelenggarakan UNBK Perdana
Baca: Dua Guru Mengungkapkan Rasa Cintanya di Kelas, Begini Reaksi Murid-muridnya!
Baca: Saat Membantu Persalinan, Bidan Cantik Ini Mengaku Telah Berselingkuh dengan Suami Perempuan Itu
Marcus mengatakan, fasilitas yang dimiliki sekolah lengkap baik bagi siswa jurusan Nautika Perikanan Laut (NPL) maupun bagi siswa jurusan Teknologi Budidaya Perikanan (TBP).
Dengan kelengkapan alat praktik ini, Marcus mengatakan, para siswa dipersiapkan secara matang, terampil dan siap untuk dilepas ke pasar kerja.
Bahkan sudah banyak output sekolah ini bekerja pada perusahaan luar negeri dengan gaji yang menggiurkan.
Menurut Marcus, program keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL) bertujuan mendidik siswa menjadi tenaga terampil dalam teknik penangkapan ikan dan pelayaran serta mengoperasikan alat navigasi.
Baca: Wah! 7 Hal Ini Bisa Memicu Perceraian Suami Istri, Ayo Jangan Melakukannya!
Baca: Para Istri Jangan Panik, Saat Suami Menolak Bermesraan, Ini Alasannya
Baca: Istri Dosen ini Kaget dan Marah Besar Begitu Membuka Instagram Suaminya, Ada Apa?
Baca: Mengapa Sudah Berusia 30 Tahun pun Yesus Masih Tinggal di Rumahnya, Dimanakah Yusuf, AyahNya?
Lulusan dari jurusan NPL kata Marcus, selain mendapatkan ijazah sekolah juga mendapatkan sertifikat kompetensi keahlian BST (Basic Safety Training), ANKAPIN (Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan) II dan buku pelaut.
Siswa juga mendapat mata pelajaran metode dan olah gerak, pengetahuan mesin, peraturan dan perundang-undangan, stabilitas, komunikasi, kecakapan pelaut, hukum perkapalan, navigasi radar dan elektronik dan keahlian lainnya. Tenaga edukasi kata dia, juga sangat kompeten dan profesional di bidangnya.
Sedangkan program keahlian Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) bertujuan mendidik siswa menjadi tenaga terampil dalam budidaya ikan. Potensi perikanan budidaya air tawar, payau maupun laut di daerah ini perlu dikembangkan.
Melalui program ini, kata Marcus, siswa dididik menjadi tenaga terampil untuk menerapkan teknik pembenihan, pembesaran, serta pengelolaan usaha budidaya perikanan.
Lulusan dari jurusan TBP selain mendapatkan ijazah sekolah juga mendapatkan sertifikat kompetensi keahlian dan sertifikat cara budidaya ikan yang baik.
Baca: Pria Ini Membunuh Istri, Anak, Cucu, Teman dengan Cara Keji, Lalu Menderetkan Mereka di Rumah
Baca: Inilah Macam-macam Tipe Perselingkuhan, Sadar Tidak sadar Kamu Juga Melakukannya
Baca: Perempuan Ini Menikahi Pria Bule Lewat Situs Kencan Online, Motifnya Terungkap 9 Tahun Kemudian
Baca: Warga Indonesia Minta Pemerintah Segera Mengganti Dua Uang Kertas Ini, Kenapa?
Karena itu, putra Ambon ini mengatakan terus memperkenalkan sekolah ini agar menarik minat putra-putri NTT. Sebab Marcus mengatakan, potensi perikanan laut di NTT sangat bagus untuk dikembangkan.
Pun perikanan darat yang selama ini belum banyak dikembangkan.
"NTT punya potensi perikanan baik laut maupun darat yang luar biasa. Karena itu, kementerian menghadirkan sekolah ini untuk menyuport anak-anak daerah mencintai perikanan," katanya. (*)