Pria Ini Membunuh Istri, Anak, Cucu, Teman dengan Cara Keji, Lalu Menderetkan Mereka di Rumah

Pria ini membunuh 14 anggota keluarganya secara keji, lalu menderetkan makam mereka di rumahnya.

ist
Ronald Gene Simmons, Sr 

POS-KUPANG.COM - Sebagai orang tua sudah selayaknya menjaga dan melindungi istri dan anak anaknya serta anggota keluarga lainnya. Tapi Ronald Gene Simmons, Sr sama sekali tidak melakukan hal itu saat bersama istri dan anaknya.

Simmons tega membunuh dan juga menganiaya anak, istri dan juga anggota keluarga lainnya dengan kejam tanpa perikemanusiaan. 

Kisah kebiadabannya pernah menjadi berita yang sangat mengejutkan di masanya, seperti apa kisah Orang Tua Paling Sadis dan Paling Kejam di Dunia, berikut kisahnya.

Baca: Percayakah? Makam Asli Yesus Ditemukan di Kota Yerusalem, Setelah Dibongkar, Ini Hasilnya!

Baca: Ingat Cerita Zakeus Menaiki Pohon Ara untuk Melihat Yesus? Pohon Itu Masih Ada Sekarang

Baca: Heboh! Bukti Fisik Kebangkitan Yesus Kristus Ditemukan Pada Kondisi Kain Kafan PenguburanNya

Baca: Misteri Lukisan karya Leonardo Da Vinci, Last Supper, Perjamuan Terakhir Yesus dan Muridnya

Ronald Gene Simmons, Sr adalah seorang laki laki kelahiran Chicago, Illinois pada 15 Juli 1940, dia adalah seorang pensiunan Militer Angkatan Udara Amerika Serikat berpangkat Sersar Mayor.  Pada tahun 1987 selama periode selama seminggu dia telah membunuh setidaknya 16 orang.

Buku tentang Simmons berjudul Zero at the Bone
Buku tentang Simmons berjudul Zero at the Bone (ist)

Dimana 14 orang pertama korban pertamanya adalah anggota keluarganya sendiri, termasuk didalamnya seorang anak yang telah mengalami pelecehan seksual, dimana anak tersebut yang notabene merupakan anak kandungnya sendiri, selain itu dia juga telah menganiaya dan melukai 4 orang lainnya.

Pada 15 September 1957 Ronal Gene Simmons putus sekolah dan bergabung dengan Militer Angkatan Laut Amerika Serikat, di tempat tugasnya di Naval Station Bremerton Wahington, Simmon bertemu dengan Istrinya Rebecca "Becky" Ulibarri dan di nikahinya di New Mexico pada tanggal 9 Juli 1960.

Pernikahannya selama 18 tahun di anugerahi 7 orang anak,  pada tanggal 3 April 1981 Simmon di curigai oleh Cloudcrof New Mexico Department of Human Service dengan tuduhan pelecehan seksual kepada putrinya Sheila yang berusia 17 tahun.

Karena takut di tangkap Simmons melarikan diri ke Ward, Arkansas pada akhir tahun 1981, dan kemudian lari ke Dover, Arkansas pada tahun 1983. Dan kemudian keluarganya tinggal di sebuah tanah seluas 13 are, yang kemudian dikenal sebagai "Mockingbird Hill".

Baca: Misteri Nama Dua Penjahat yang Disalibkan Bersama Yesus Kristus

Baca: Ini Kelebihan Yusuf, Ayah Yesus, Mesti Ditiru oleh Kaum Pria di Dunia

Baca: Inilah Macam-macam Tipe Perselingkuhan, Sadar Tidak sadar Kamu Juga Melakukannya

Kemudian Simmons bekerja dengan pekerjaan bergaji rendah di kota Russellville, Arkansas. dan selanjutnya dia pindah bekerja sebagai petugas penagih hutang di Woodline Motor Cargo.

Setelah banyak laporan tentang tindakan pelecehan seksual yang dilakukannya, ia kembali pindah bekerja di sebuah mini market yaitu Sinclair Mini Mart selama kurang lebih setengah tahun sebelum akhirnya berhenti bekerja pada tanggal 18 Desember 1987.

Pada 22 desember 1987 tepatnya menjelang hari natal, Simmons memutuskan untuk membunuh semua anggota keluarganya.  Korban pertama yang dia bunuh adalah anaknya Gene dan juga istrinya Rebecca dengan menembak dengan menggunakan pistol kaliber 22.

Kemudian dia membunuh cucunya yang berusia 3 tahun Barbara dengan mencekiknya. Lantas Simmons membuang jasadnya di saluran limbah.

Ronald Gene Simmons, Sr bersama keluarganya
Ronald Gene Simmons, Sr bersama keluarganya (net)

Aksi keji Simmons tidak berhenti sampai disitu, setelah menunggu anak-anaknya pulang, dia membujuk anaknya dengan mengatakan akan memberikan hadiah, namun memberikannya secara satu persatu kepada mereka.  

Pertama dia membunuh putrinya Loretta yang berusia 17 tahun yang tewas di cekiknya di bawah saluran air.  3 Anaknya yang lain Eddy, Marianne dan Becky juga di bunuhnya dengan cara yang sama.

Pada siang 26 Desember, anggota keluarga yang tersisa dari keluarganya tiba untuk kunjungan hari Natal mereka.  Korban pertama yang di bunuh adalah Anaknya Billy dan Istrinya Renata, keduanya dibunuh dengan di tembak.  Selanjutnya Simmons mencekik cucunya yang berusia 20 Bulan.

Tidak berhenti sampai disitu dia juga membunuh Putri Sulungnya Sheila yang juga pernah di setubuhinya.  tidak sampai disitu dia juga membunuh Suami Sheila Dennis McNultry, dan mencekik cucunya Sylcia Gail yang berusia 7 tahun dan Michael yang berusia 21 bulan.

Baca: Mengerikan! Duduk Terlalu Lama, Beresiko Kena 7 Penyakit Ini, Termasuk Kanker

Baca: Ngajak Pasangan Travelling? Ikuti TIps Ini Agar Hubungan Kalian Makin Hangat

Baca: 5 Tips Sederhana untuk Menghemat Gajimu, Lakukanlah!

Simmons meletakan jasad seluruh keluarganya dalam barisan yang rapi di sebuah Lounge di rumahnya.  Semua mayat mayatnya di tutupi dengan mantel kecuali mayat Sheila anaknya.  Mayat istrinya Rebecca ditutupi dengan taplak meja. Sedangkan mayat 2 orang cucunya terbungkus terpal plastik.

Setelah pembunuhan tersebut Simmons pergi untuk minum di bar lokal, dan kemudian kembali kerumahnya, dan kemudian tersadar bahwa di rumahnya terdapat jejeran mayat yang merupakan korban kebiadabannya, dan selanjutnya Simmons menghabiskan sisa malam dan hari berikutnya dengan minum bir dan menonton televisi.

Pada pagi hari tepatnya tanggal 28 Desember, Simmons menuju Russelville, dan masuk ke sebuah kantor hukum, dan membunuh seorang resepsionis di kantor tersebut yang bernama Kathy Kendrick, dimana di ketahui bahwa Simmons tergila gila dengan gadis tersebut, dan sang gadis menolaknya.

Setelah membunuh Kathy, Simmons pergi ke kantor perusahaan minyak dan menembak mati seorang pria bernama JD.Chaffin dan melukai pemilik kantor tersebut yaitu Rusty Taylor, selanjutnya dia pergi ke sebuah toko dimana dia pernah pekerja sebelumnya, di dalam toko Simmons menembak dan melukai 2 orang lainnya.

Simmons dan keluarganya
Simmons dan keluarganya (ist)

Setelah itu dia pergi ke kantor Woodline Motor Cargo dimana dia juga pernah bekerja di perusahaan tersebut, di kontor tersebut di menembak dan melukai seorang wanita, setelah aksi terakhirnya Simmon kemudian hanya duduk duduk di kantor tersebut dan bercakap cakap dengan salah satu sekertaris sambil menunggu kedatangan Polisi.  Ketika polisi tiba ia menyerahkan senjatanya dan menyerah tanpa perlawanan sedikitpun.

Di persidangan Simmons di jatuhi hukuman mati, Simmons harus dipisahkan dari tahanan lain karena dianggap berbahaya.  Saat persidangan Simmons menolak untuk mengajukan banding atas hukuman mati yang di terimanya, tahanan lainnya percaya Simmons itu merusak peluang mereka untuk mendapatkan keringanan atas hukuman mati mereka.

Baca: Saat Bertengkar dengan Pasangan, Lakukan 3 Hal Ini untuk Menyelesaikannya

Baca: Saat Intim, 4 Hal ini Jadi Kekuatiran Pasangan, Apa Saja?

Baca: Bikin Pasanganmu Terkesan di Pagi Hari, Lakukan 5 Hal Ini!

Baca: Sudah Mau Berkomitmen dengan Pasanganmu? Lihat 6 Tanda Ini Dulu!

Pada tanggal 31 Mei, Gubernur Arkansas (yang selanjutnya menjadi Presiden Amerika Serikat) Bill Clinton menandatangani surat perintah eksekusi mati Simmons, dan pada tanggal 25 Juni 1990, ia meninggal dengan metode yang telah dipilihnya, yaitu hukuman mati dengan injeksi (Suntikan Mati). Tidak satu pun dari kerabatnya yang mengklaim jasad tubuhnya, dan ia akhirnya dimakamkan di lapangan terbuka.

Kisah pembunuhan yang di lakukan Ronald Gene Simmons sempat di buatkan Buku dengan judul Zero at the Bone, Story of Gene Simmons Mass Murderer yang di tulis oleh Bryce Marshall  dan Paul Williams pada tahun 1991. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved