Paskah 2018
Heboh! Bukti Fisik Kebangkitan Yesus Kristus Ditemukan Pada Kondisi Kain Kafan PenguburanNya
Kain Kafan Turin adalah kain kafan penguburan yang diduga pernah membungkus jenasah Yesus Kristus. Pro kontra masih ada.
POS-KUPANG.COM - Kain Kafan Turin adalah kain kafan penguburan (kain tenun linen berpola tulang ikan, dengan perbandingan 3:1) berukuran panjang 14 kaki 3 inci (4,34 meter) dan lebar 3 kaki 7 inci (1,09 meter).
Kain kafan ini tampaknya membungkus seorang laki-laki yang menderita luka-luka penyaliban dengan karakteristik yang sangat mirip dengan catatan tertulis peristiwa penyaliban Yeshua (Yesus) dari Nazareth.

Kain kafan ini memiliki catatan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sejak tahun 1349, ketika itu muncul di Lirey, Perancis, di tangan seorang bangsawan Perancis – Geoffrey de Charny. Kain kafan ini juga memiliki catatan sejarah yang samar-samar dapat dilacak dari Yerusalem sampai ke Lirey – melalui Edessa, Turki dan Konstantinopel.
Catatan sejarah ini dikonfirmasi oleh serbuk sari yang ditemukan oleh Max Frei, kesesuaian-kesesuaian antara Kain Kafanini dengan Sudarium (kain peluh wajah) dari Oviedo, dan kesesuaian-kesesuaian antara tujuh fitur wajah yang spesifik dari Kain Kafan ini dengan lukisan yang dihubungkan dengan Mandylion – Gambar Kudus Edessa.
Kain Kafan ini telah menjalani jauh lebih banyak pengujian ilmiah dibandingkan relik peninggalan-peninggalan lainnya dalam sejarah manusia. Investigasi Proyek Penelitian Kain Kafan Turin (STURP: Shroud of Turin Research Project) tahun 1978 dan investigasi-investigasi selanjutnya sangat menyeluruh, dan dengan perkecualian penanggalan radio karbon C-14 tahun 1988 yang dipertanyakan, semua bukti-bukti mengarah kepada kesimpulan bahwa Kain Kafan Turin ini adalah kain kafan penguburan Yeshua, termasuk bukti-bukti sebagai berikut:
Empat tes penanggalan kontemporer: Tes penanggalan vanili oleh Dr. Raymond Rogers, dua analisis spektroskopi (dari profesor Giulio Fanti, dan lain-lain), dan tes kompresibilitas dan tes kekuatan patah (dari Fanti, dan lain-lain), menunjukkan bahwa Kain Kafan ini memiliki waktu penanggalan yang setara dengan waktu kehidupan dan penyaliban Yeshua.
Baca: Misteri Nama Dua Penjahat yang Disalibkan Bersama Yesus Kristus
Baca: Misteri Lukisan karya Leonardo Da Vinci, Last Supper, Perjamuan Terakhir Yesus dan Muridnya
Baca: Ingat Cerita Zakeus Menaiki Pohon Ara untuk Melihat Yesus? Pohon Itu Masih Ada Sekarang
Baca: Percayakah? Makam Asli Yesus Ditemukan di Kota Yerusalem, Setelah Dibongkar, Ini Hasilnya!
Tiga jenis bukti penanggalan ekstrinsik: (A) Pengujian sampel-sampel serbuk sari oleh Dr. Max Frei yang mengumpulkan sampel-sampel debu dari Kain Kafan selama investigasi STURP 1978 dan kemudian mengklasifikasikan 58 macam serbuk sari dengan membandingkannya dengan serbuk-serbuk sari dari museum-museum botani terbesar di seluruh dunia.
Kesimpulannya adalah bahwa mayoritas (45 serbuk sari) berasal dari wilayah Israel (khususnya dari lapisan sedimen 2.000 tahun yang lalu di dekat daerah Danau Galilea), dengan enam serbuk sari dari timur Timur Tengah (dua serbuk sari dari Edessa, Turki, dan satu serbuk sari yang tumbuh secara eksklusif di Istanbul/Konstantinopel). Butir-butir serbuk sari lainnya berasal dari Perancis dan Italia.
Yang terpenting, 13 dari serbuk-serbuk sari itu khusus hanya ada di Israel dan ditemukan di bagian bawah Danau Galilea dan Laut Mati. (B) Koin-koin Romawi di bagian mata dari “Manusia” di Kain Kafan, memberikan bukti bahwa sangat mungkin gambar Manusia di Kain Kafan Turin ini memiliki dua keping mata uang LeptaYahudi, dicetak pada tahun 29 M oleh Pontius Pilatus di Yudea pada zaman Yeshua, di kedua kelopak mata-Nya. (C) Seratus dua puluh kesesuaian noda-noda darah dan cairan antara Kain Kafan dan Sudarium (kain peluh wajah) dari Oviedo memberikan bukti penanggalan dan lokasi asal-usul Kain Kafan ini sama dengan Yeshua.
Baca: Mengerikan! Duduk Terlalu Lama, Beresiko Kena 7 Penyakit Ini, Termasuk Kanker
Baca: Tidur Saat Pesawat Mendarat atau lepas Landas? Anda Bisa Kena Infeksi Ini!