Paskah 2018

Misteri Nama Dua Penjahat yang Disalibkan Bersama Yesus Kristus

Kematian Yesus Kristus Sang Juru Selamat Manusia terjadi pada abad ke-1 Masehi, diperkirakan antara tahun 30-33 M.

Misteri Nama Dua Penjahat yang Disalibkan Bersama Yesus Kristus
ist
Foto dimesi wajah Yesus di kain kafan turin 

POS-KUPANG.COM -  Kematian Yesus Kristus Sang Juru Selamat Manusia terjadi pada abad ke-1 Masehi, diperkirakan antara tahun 30-33 M.

Menurut penanggalan Yahudi, Ia mati tergantung di atas salib, tanggal 14 Nisan, beberapa jam sebelum hari Paskah Yahudi dirayakan (tanggal 15 Nisan, dimulai pada sekitar pk. 18:00 saat matahari terbenam).

Hukuman mati dengan disalibkan dijatuhkan atas perintah gubernur Kerajaan Romawi untuk provinsi Yudea, Pontius Pilatus, berdasarkan laporan para pemuka agama Yahudi saat itu bahwa Yesus Kristus mengaku sebagai Raja orang Yahudi.

Baca: Misteri Lukisan karya Leonardo Da Vinci, Last Supper, Perjamuan Terakhir Yesus dan Muridnya

Baca: Heboh! Bukti Fisik Kebangkitan Yesus Kristus Ditemukan Pada Kondisi Kain Kafan PenguburanNya

Baca: Ingat Cerita Zakeus Menaiki Pohon Ara untuk Melihat Yesus? Pohon Itu Masih Ada Sekarang

Baca: Percayakah? Makam Asli Yesus Ditemukan di Kota Yerusalem, Setelah Dibongkar, Ini Hasilnya!

Berita penyaliban dan kematian ini dicatat di sejumlah tulisan sejarawan Kerajaan Romawi, orang Yahudi dan murid-murid Yesus. Catatan yang paling detail ditemukan di kitab-kitab Injil dalam bagian Perjanjian Baru Alkitab Kristen.

Dalam penyaliban itu ada dua penjahat yang juga disalibkan di kanan kiri Yesus.  Dan selama penyaliban ada peristiwa ketika seorang prajurit Romawi menusukkan tombak ke sisi tubuh Yesus yang sedang tergantung di kayu salib. Kemudian, dituliskan juga tentang kuburan Yesus yang dikawal oleh tentara Kekaisaran Romawi pada masa itu.

 Namun demikian, seperti disarikan dari Listverse.com pada Jumat (14/4/2017), Alkitab tidak selalu memberikan nama-nama orang yang dikisahkan di dalamnya.

Halaman
1234
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help