Selasa, 7 April 2026

Operasional Penyulingan Air Laut di Pulau Ende Terhenti

Salah satu alat mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan jaringan tersumbat selain itu pasokan listrik juga bermasalah

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Soedarsono 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE - Operasional penyulingan air laut menjadi air tawar di Kecamatan Pulau Ende saat ini terhenti akibatnya sekitar 300 warga yang biasanya mendapatkan pelayanan dari penyulingan air tersebut praktis terhenti.

Kondisi ini membuat warga kembali menggunakan air sumur seperti sebelumnya. Camat Pulau Ende, Usman Husen mengatakan hal itu saat ditemui Pos Kupang, Minggu (1/4/2018) di Ende.

Camat Usman mengatakan bahwa proses penyulingan air laut menjadi air tawar sudah berhenti beroperasi sekitar dua bulan sejak Februari hingga memasuki Bulan April 2018.

Menurut Usman pihaknya tidak tahu alasan dibalik terhentinya pelaksanaan proses penyulingan air laut menjadi air tawar karena hal tersebut menjadi kewenangan pihak PDAM Ende.

Terhadap hal tersebut Camat Pulau Ende berharap agar pihak PDAM Ende segera mengoperasikan proses penyulingan air laut menjadi air tawar sehingga bisa kembali melayani warga seperti sebelumnya.

Secara terpisah Dirut PDAM Ende, Soedarsono yang dikonfirmasi perihal terhentinya pengoperasian proses penyulingan air laut menjadi air tawar di Kecamatan Pulau Ende mengatakan bahwa alasan terhentinya pengoperasian penyulingan air laut menjadi air tawar di Kecamatan Pulau Ende dikarenakan beroperasi karena adanya kerusakan pada sistem penyaluran.

Soerdarsono mengatakan saat ini pelayanan air minum bersih dengan teknologi canggih tersebut macet sejak dua bulan lalu.

Baca: Rumah Irsan di RT 37 RT Kelurahan Oesapa Ludes Dilalap Api

"Salah satu alat mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan jaringan tersumbat selain itu pasokan listrik juga bermasalah. Kami masih menunggu pengiriman alat yang guna mengganti alar yang rusak agar bisa beroperasi kembali,"kata Soedarsono.

Menurut Soedarsono terkait dengan pelaksanaan penyulingan air laut menjadi air tawar di Kecamatan Pulau Ende cukup memakan biaya operasional yang tinggi sehingga berpengaruh pada system kerjanya baik mesin maupun operasional sehari-hari seperti biaya listrik.

Untuk biaya listrik ujar Soedarsono bisa menghabiskan dana sebesar Rp 12 Juta perbulan sedangkan tarif yang dikenakan kepada para pelanggan terbilang cukup murah sehingga dengan demikian tidak bisa menutupi biaya operasional sehari-hari namun demikian agar mesin penyulingan bisa beroperasi maka maka PDAM Ende tetap memberikan subsidi.

Menurut Soedarsono pelaksanaan penyulingan air laut menjadi aiar tawar termasuk dalam kategori biaya tinggi karena memang menggunakan tehknologi canggih tidak seperti penyaluran air minum seperti biasanya.

"Kalau untuk pekerjaan penyaluran air minum seperti biasanya tentu lebih murah dan murah namun yang ada di Pulau Ende adalah mengubah air laut menjadi air tawar dengan sentuhan tehnologi yang tinggi sehingga memakan biaya yang juga tinggi,"kata Soerdarsono.

Saat ini ujar Soedarsono apabila mesin beroperasi secara normal maka bisa menghasilkan air sebanyak 5 liter perdetik.

Disaksikan Pos Kupang pecan lalu gedung penyulingan air laut menjadi air tawar tampak sunyi karena memang sedang berhenti beroperasi. Gedung tersebut tampak dikunci dari luar. (*)

Baca: Jadwal UN SMK Tetap digelar 2 April 2018

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved