Dinas Pendidikan Minta Klarifikasi Kepsek SMKN 1 SoE, Begini Klarifikasinya!
Dinas Pendidikan Provinsi NTT sudah mengecek dan meminta klarifikasi dari pihak SMKN 1 SoE terkait puluhan anak yang tidak mengikuti USBN.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Oby Lewanmeru
POS KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Pendidikan Provinsi NTT sudah mengecek dan meminta klarifikasi dari pihak SMKN 1 SoE terkait puluhan anak yang tidak mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
Hal ini ditegaskan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Alo Min,S.Pd,M.M, dikonfirmasi melalui Kepala Bidang SMK, Pius Rasi, Senin (26/3/2018).
Menurut Pius, setelah mendapat informasi bahwa ada puluhan anak SMKN 1 SoE kelas XII yang tidak mengikuti ujian, pihaknya langsung meminta klarifikasi dari pihak sekolah.
Baca: Musrenbangkab Sumbar 2018 Ini, Apa Saja yang Jadi Sasaran Pemerintah
Baca: VIDEO: Aksi Demo Nekat OKP Cipayung Plus Kota Kupang Menyikapi Pengesahan UU MD3
Baca: Wah! Dua Siswa Syuradikara Ende Dikirim ke Jepang, Lanjut Kuliah Guys
"Tadi saya sudah hubungi kepala sekolah dan kepala sekolah membantah adanya pengusiran terhadap siswa yang belum bayar uang sekolah," kata Pius.
Dijelaskan, ketika dirinya bertemu Plh Kadis Pendidikan, Alo Min, dirinya langsung menelpon Kepala SMKN 1 SoE, Antonius Pega.
"Saat telepon, saya kasi speaker sehingga pak Plh Kadis juga dengar langsung klarifikasi dari Pak Antonius Pega. Ternyata itu tidak benar, bahkan menurut Antonius Pega siswa itu yang tidak masuk sekolah saat ujian, bahkan siswa-siswa itu sempat dicari oleh pihak sekolah," katanya.
Pius mengatakan, Dinas Pendidikan NTT setelah mendapat klarifikasi dari pihak sekolah, maka meminta agar pihak sekolah segera membuat klarifikasi di media yang telah merilis berita tersebut.
"Saya langsung minta supaya kepala sekolah buat klarifikasi lagi di media bahwa tidak ada pengusiran di sekolah itu. Klarifikasi tertulis kami minta dengan tujuan ke Kadis Pendidikan NTT, tembusan ke Gubernur NTT dan DPRD NTT," ujarnya.
Baca: Mengharukan, Misa Pelepasan Suster Dr Conhita oleh Uskup Agung Ende dan Uskup Maumere Ini
Baca: Kepo Soal Jurnalisitik, Ratusan Murid TKK Kristen Cemara Kupang Lakukan Hal Ini ke Pos Kupang
Tentang hasil klarifikasi, Pius mengatakan, dirinya dua kali menghubungi Kepala SMKN 1 SoE dan ternyata bahwa anak-anak atau siswa yang tidak hadir itu adalah siswa yang tidak masuk sekolah, bahkan pihal sekolah sudah berupaya menjemput anak-anak itu di rumah mereka.