Kisah Mengharukan Bocah Difabel yang Minta Kursi Roda ke Jokowi

Dalam suratnya, putri bungsu dari pasangan Rudi Arifin dan Purwanti ini meminta kursi roda karena dia tidak memiliki kaki.

Editor: Alfons Nedabang
instagram
Bulan Karunia Rudianti, bocah difabel kelas III SD di Pekanbaru, mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Dia meminta kursi roda kepada Jokowi. 

POS-KUPANG.COM - Bulan Karunia Rudianti (10) mendadak tenar setelah surat yang ditulisnya untuk Presiden RI Joko Widodo viral.

Dalam suratnya, putri bungsu dari pasangan Rudi Arifin dan Purwanti ini meminta kursi roda karena dia tidak memiliki kaki.

Purwanti, ibunda Bulan, mengaku tidak pernah membayangkan bahwa anak bungsunya itu memiliki keberanian untuk menuliskan surat itu.

Menurut dia, awalnya, Bulan pernah meminta dibelikan kursi roda oleh orangtuanya.

"Tapi saya bilang 'sabar dulu ya, Nak, kita belum punya uang'," tuturnya.

Baca: Bocah Difabel Minta Kursi Roda ke Presiden Jokowi, Ini Suratnya yang Viral

Kemudian, Bulan menonton sebuah tayangan di televisi. Dia melihat ada siswa-siswi yang diberi sepeda oleh Presiden.

"Dia bilang, 'enak juga ya Ma dikasih sepeda sama Pak Presiden'. Tapi Bulan enggak mau sepedalah, Ma, Bulan enggak bisa naik sepeda'," tutur Purwanti menirukan ucapan Bulan saat ditemui di kediamannya, Senin (19/3/2018).

Lalu, permintaan itu tidak pernah diucapkan lagi oleh Bulan. Sampai suatu hari, tepatnya pada hari Minggu lalu, Purwanti membuka tas milik Bulan.

"Di situ saya lihat, kok ada surat. Saya baca isinya, ternyata buat Presiden Jokowi. Saya tanyakan ke Bulan, dia bilang 'enggak apa-apalah ma, mudah-mudahan Pak Presiden mau ngasih Bulan kursi roda'," ungkap Purwanti.

Surat itu lalu diunggah di media sosial dan kemudian ramai dibicarakan. Jokowi pun mengabulkan permintaan itu.

Baca: Bocah Difabel Akhirnya Dapat Kursi Roda dari Jokowi

Pada Selasa (20/3/2018) pukul 13.30 WIB, sebuah kursi roda kiriman Jokowi sudah sampai di rumah bocah kelas 3 sekolah dasar yang berdomisili di Pekanbaru itu.

Berjalan dengan Tangan atau Skateboard

Lebih lanjut Purwanti mengatakan, Bulan tidak memiliki kaki sejak lahir.

Saat Bulan lahir melalui operasi caesar pada 7 Juli 2007, dia dan suaminya sangat terkejut.

"Kalau menurut dokter karena virus. Makanya anak saya lahir tanpa kedua kaki," ujar Purwanti saat ditemui di rumahnya, Senin (19/3/2018).

Meski hatinya hancur, Purwanti mengaku dia dan suami memutuskan untuk tidak larut dalam kesedihan.

Mereka belajar menerima Bulan sebagai karunia terindah dari Tuhan yang diamanahkan kepada mereka.

Meski tidak memiliki kaki, seiring berjalannya waktu, Bulan terus tumbuh menjadi anak yang ceria, bersemangat dan juga pintar.

Untuk jalan, dia mengandalkan kedua tangannya. Terkadang di rumah, dia berjalan dengan bantuan skateboard.

Baca: Polisi Reka Ulang Kasus Pembunuhan Pati Leu di Dalam Lapas Kelas III Lembata

Saat ini, Bulan sudah duduk di kelas III di SD Negeri 88 Pekanbaru. Jika merujuk usianya, Bulan seharusnya sudah kelas V.

Keterlambatan ini disebabkan orangtuanya sempat kesusahan mencari sekolah yang mau menerima kondisi Bulan.

Di sekolah sebelumnya, Bulan beberapa kali sempat mengadu bahwa dia diejek teman-temannya.

Namun di mata Purwanti, Bulan terus belajar kuat dan sabar menghadapi hal tersebut.

"Ya namanya anak-anak kadang ngejek. Tapi Alhamdulillah, Bulan termasuk anak yang kuat, anak yang sabar. Dia bisa menerima kondisinya," tutur Purwanti.

Di sekolah yang sekarang, lanjut dia, Bulan sangat didukung oleh guru-gurunya yang juga baik dan perhatian.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved