Kali Watubepin Jadi Lokasi Angker, Belum Satupun Warga yang ke Sana
Kali Watubepin, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Pulau Flores, sudah diberi garis polisi (police line).
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Lokasi tenggelamnya dua bersaudara sepupu, Calista Rosalia Samanta Carla (9,4 tahun), dan Dominick de Gado (4,4 tahun), Minggu (11/3/2018), di Kali Watubepin, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Pulau Flores, sudah diberi garis polisi (police line).
Baca: Ayah Izinkan Pergi Mandi karena Muka Carla Sudah Lain
Semenjak musibah itu, belum satu pun warga RT 03/RW 10 datang lagi ke lokasi itu. Cerita keangkeran kali yang berhulu di perbukitan Keling, tempat pentakhtaan Patung Bunda Maria Segala Bangsa berkembang dari mulut ke mulut.
Pos-Kupang.Com, yang diantar dua warga setempat mendatangi tempat tenggelamnya di kali musiman ini. Letaknya tak sampai 200-an meter dari pemukiman yang oleh warga menyebutkan kompleksnya Bukit Charmel.
Baca: Carla Sudah Setor Sumbangan Sambut Baru, Diminta Rp 250.000 Dia Beri Lebih
Air yang mengalir di kali itu masih tampak keruh setelah hujan beberapa hari lalu. Tak salah memang kalau warga setempat memanfaatkan untuk cuci pakaian dan mandi.
Tempat tenggelamnya Carla dan Nik, sapaan Dominik seluas 30 meter meter persegi merupakan bekas penggalian material batu. Genangan banjir pada penggalian material ini menyerupai kolam besar dan dalam.
Batu-batu ukuran besar masih tampak pada sisi tebing. Pada sisi genangan itu, terdapat sehelai celana panjang karet warna hijau.
"Itu celana kemarin (minggu) sempat dicari. Katanya celannya Carla," ujar dua anak perempuan menemani Pos-Kupang.Com ke lokasi itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sehelai-celana-warna-hijau-di-kali-watubepin-kelurahan-madawat_20180312_182440.jpg)