Anggota DPRD NTT Sarankan Pasola Masuk Mulok SD

Anggota Komisi V DPRD NTT meminta Dinas Pendidikan Sumba Barat menjadikan pasola sebagai salah satu bahan mata pelajaran muatan lokal (mulok)

Anggota DPRD NTT Sarankan Pasola Masuk Mulok SD
POS KUPANG/PETRUS PITER
Kristin S Paty, Anggota Komisi V DPRD NTT.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Kristin S Paty, meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat khususnya dan Sumba umumnya menjadikan pasola sebagai salah satu bahan mata pelajaran muatan lokal (mulok) sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Sumba Barat.

Hal itu agar semenjak SD dan SMP anak-anak sudah belajar tentang pasola sehingga mereka mengerti, memahami, menghayati dan melestarikan budaya pasola sepanjang masa.

Kristin Paty menyampaikan hal itu di sela-sela mendampingi Calon Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi saat kampanye di KM 3, Kelurahan Dira Tanah, Kota Waikabubak, Sumba Barat, Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, atraksi pasola sudah mendunia. Sebagai orang Sumba harus merasa bangga memiliki karya warisan leluhur yang tetap terpelihara hingga saat ini.

Bagi orang Sumba, pasola itu sudah mendarah daging. Semenjak kecil, orangtua selalu mengajak menonton pasola bila waktu pasola tiba. Kebiasaan itu terus terpelihara hingga dewasa.

Bahkan menjadi kerinduan tersendiri untuk datang menonton pasola bila berada diluar Sumba. Semua itu berjalan apa adanya karena sudah menjadi tradisi orang sumba.

Karena itu, ia menyarankan agar atraksi budaya pasola menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal (mulok). Dengan demikian anak-anak Sumba semenjak kecil belajar budaya sumba, mengerti dan melestarikannya. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved